Hasil Sidang Isbat, Besok Awal Puasa – Ambon Ekspres
Nasional

Hasil Sidang Isbat, Besok Awal Puasa

AMEKS ONLINE, JAKARTA.—Sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menetapkan awal puasa Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis (17/5) besok. Keputusan ditetapkan menyusul hasil pemantauan hilal di 95 titik di seluruh Indonesia dan perhitungan rukhyatul.
“Selaku pimpinan sidang saya ingin menegaskan, 1 Ramadan 1439 H jatuh pada Kamis. Atas nama pemerintah kami menyampaikan pada seluruh umat Islam di Indonesia, selamat memasuki Ramadan,” ujar Lukman pada konferensi pers yang dilaksanakan di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Menurut Lukman, dalam sidang isbat disampaikan posisi hilal di seluruh Indonesia pada Selasa petang masih di bawah ufuk, atau berkisar minus 1 derajat 36 menit sampai 0 derajat 2 menit.

Sementara laporan dari pelaku rukhyatul yang diterima menyatakan tak seorang pun berhasil melihat hilal. “Malam hari ini (Selasa,red) 30 Syaaban, maka 1 Ramadan jatuh pada Kamis 17 Mei,” ucap Lukman.

Sidang isbat diikuti seluruh perwakilan ormas Islam yang ada di Indonesia, sejumlah duta besar negara sahabat dan pihak terkait lainnya.

DI AMBON HILAL BELUM TERLIHAT
Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad mengatakan, pemantauan hilal atau fisibilitas hilal sebagai awal penentuan 1 Ramadan masih belum kelihatan. Pemantauan dilakukan di Masjid Cakmarussalam Wakasihu. ‘’Kita bisa lihat hasil pemantauan hilal hari ini, melalui mata telanjang maupun alat bantu optik teleskop. Dan hasilnya itu, hilal tidak kelihatan,” ungkap Musaad, kepada awak media, kemarin.

Pemantauan dilakukan bersama Stasiun Geofisika Karang Panjang Ambon, MUI Maluku, Muhammadiyah Maluku, para pimpinan Ormas Islam Maluku, TNI, Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat Maluku.

Dikatakan, proses rukyatul hilal atau pemantauan hilal dimulai pukul 17.30 WIT menggunakan optik teleskop atau sejenis teropong untuk melihat posisi bulan. Pemantauan dilakukan menjelang matahari terbenam, bertepatan dengan 29 Syahban 1439 Hijriah.

“Setelah melakukan rukyatul hilal, hasil pengamatan ini akan langsung dilaporkan ke Kementerian Agama RI di Jakarta untuk kemudian menjadi salah satu masukan dalam sidang Isbath penetapan awal Ramadan untuk diumumkan,” terangnya.

Kasie Data dan Informasi Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin mengatakan, proses pantauan hilal telah dilakukan secara bersamaan lewat tim. Dimana pengamatan dilakukan sekira pukul 17.30 WIT sampai 19.30 WIT.

Dan dari hasil pemantauan yang dilakukan, hilal tidak tampak di Maluku. Dimana posisi hilal tidak terlihat karena masih dibawah ufuk atau ketinggian hilal dibawah minus 1 derajat. “Dari pengamatan kita bersama tim lewat Kanwil Agama, hilal belum tampak. Hilal tidak terlihat karena masih dibawah ufuk atau ketinggian hilal minus 1 derajat,” pungkas Andi.

Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Maluku, Abdullah Latuapo turut menghimbau kepada masyarakat Muslim di Maluku untuk memanfaatkan bulan suci Ramadan 1439 Hijriah dengan memperbanyak ibadah, saling memaafkan, saling berlapang dada antar sesama maupun mengakhiri segala perseteruan dan silang sengketa.

“Segala bentuk pengganggu dan penggoda suasana ibadah Ramadan seperti rumah mesum atau tempat-tempat lokalisasi, karaoke, tempat bilyard dan rumah hiburan yan seronok supaya ditutup. Demikian pula segala bentuk perjudian, penjualan miras agar dihentikan,” tegas Latuapo.

Dia berharap, masyarakat menghormati bulan suci Ramadan sebagai layaknya penghormatan umat yang sedang menjalani ibadah puasa. Dengan membudayakan sikap toleransi sebagai orang basudara. “Selamat menunaikan ibadah puasa 1439 Hijriah tahun 2018. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan mengampuni dosa kita,” tutupnya. (gir/jpnn/ISL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top