Kapolres Pastikan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Malteng – Ambon Ekspres
Hukum

Kapolres Pastikan Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Malteng

AMEKS ONLINE, MASOHI.—Kapolres Maluku Tengah (Malteng), AKBP Raja Arthur Simamora memastikan bahwa semua laporan masyarakat terkait indikasi korupsi di wilayah itu akan dituntaskan. Semua kasus yang saat ini ditangani yakni dugaan korupsi APBD tahun 2010, 2011, 2015 dan 2017.
Bila sudah ada cukup bukti, kasus-kasus tersebut akan langsung dinaikan statusnya ke penyidikan.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi kepolisian yang diatur dalam UU No 2 tahun 2002 yakni sebagai pengayom, pelindung dan pelayanan masyarakat, saya pastikan bahwa setiap laporan masyarakat akan harus kita tindak lanjuti. Nah, berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang sedang kami tangani, saya pastikan jika penyelidikan memenuhi unsur hukum akan tetap kita tingkatkan ke penyidikan,’’ tandas Simamora.

Soal perkembangannya, dia masih  tertutup. Alasannya, agar tidak mengganggu proses penyelidikan. “Ini masih penyelidikan.  Siapa yang diperiksa, rekan-rekan konfirmasikan ke kasat reskrim saja karena teknis disana. Kalau kasus-kasus yang ada terbukti dan memenuhi unsur, semua akan kita tingkatkan. Apalagi jika kemudian memenuhi unsur,” tandas Simamora.

Informasi koran ini, selain kasus penganggaran jumbo untuk biaya operasional Kecamatan Leihitu tahun 2015  sebesar Rp 17,6 miliar dan indikasi korupsi dibalik  pengalihan anggaran pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Kecamatan Leihitu senilai Rp 1,5 miliar untuk pembangunan SMAN 3 Masohi serta sejumlah kasus didalami penyidik. Diantaranya proyek penyediaan sarana dan prasarana produksi, pengeloaan dan pemasaran/PEEP, pengawasan SDKP dan penyuluhan perikanan dengan nilai pengadaan sebesar Rp 6,6 miliar lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD tahun 2010 yang ditangani PT Danis Mainso. Adapula proyek pengadaan kapal 30 GT pada APBD Tahun 2010 dengan nilai Rp. 1.447.470.000 yang juga di kerjakan PT Danis Mainso.

Untuk APBD tahun 2017, yang diselidiki adalah kegiatan pembangunan RTH Ina Marina. Informasi koran ini,  kasus-kasus yang sementara ditangani mengindikasikan tindak pidana korupsi.
Puluhan orang telah diperiksa polisi. Mulai dari kepala dinas hingga kontraktor pelaksana.

Pantauan koran ini, Selasa (15/5), pemeriksaan sejumlah pihak masih terus dilakukan penyidik Satreskrim Polres Malteng. Mereka yang diperiksa yakni,  kontraktor pelaksana pembangunan SMAN 3 Masohi Bambang Supratman serta salah satu stafnya.

Untuk  pengembangan kasus pengadaan kapal feberglass 30 GT dari APBNP tahun 2010 penyedik telah memeriksa Ketua Panitia Lelang, Hasan Firdaus, PPK Samsul Maarib, serta sejumlah anggota tim lelang kapal masing masing Muhamad Ramlan, La Masiuda. (MYX)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top