Pilar Kamtibmas Bahas Pengamanan Kota Ambon – Ambon Ekspres
Amboina

Pilar Kamtibmas Bahas Pengamanan Kota Ambon

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Mengantisipasi instabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, pasca terror bom di Surabaya, forum tiga pilar Kamtibmas Kota Ambon menggelara rapat koordinasi.

Rapat koordinasi konsultasi penanganan keamanan, ketentraman, ketertiban masyarakat, selain dihadiri Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kapolres AKBP Sutrisno Hady Santoso, Dandrem 151/Binaya Kolonel Inf Christian Kurnianto Tehuteru, juga para raja/lurah, ketua RT dan RW, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kapolsek dan Danramil di aula pusat perbelanjaan Maluku Citty Mall (MCM), Selasa (15/5).

Dalam rakor itu, masyarakat diingatkan untuk terus meningkatkan kewaspadaan, dan menciptakan stabilitas keamanan agar tetap kondusif. Apalagi sudah memasuki bulan suci Ramadhan. “Bangsa ini kan sementara berduka dengan peristiwa yang terjadi belakangan ini di Surabaya dan mako Brimob.

Teror bom menewaskan anggota-anggota Brimob terbaik kita di Jakarta, beberapa saudara kita anggota masyarakat sipil Surabaya. Nah, mengantisipasi itu kita perlu berihtiar, sehingga konsilidasi sosial itu kita harus terjaga. Jangan disangka air yang tenang itu tidak ada buayanya. Jadi perlu peningkatan kewaspadaan, ” ujar Ricard Louhenapessy.

Oleh karena itu, kata dia, Pemkot Ambon menginisiasi untuk dilakukan rapat koordinasi unsur pemerintahan dan TNI-Polri mulai dari tingkat teratas sampai ke bawah guna dibicarakan persoalan kamtibmas di Kota Ambon dan sekitarnya agar tetap terjaga dengan baik. ”Nah, olehnya saya menginisiaisi untuk pertemuan dengan seluruh RT, RW, raja/lurah, kades, tokoh agama dan seluruh aparat keamanan. Karena mereka ini ujung tombak kita dilapangan. Perlu diberikan pemahaman dan diingkatkan lagi, sehingga tidak mudah terjebak dengan isu-isu yang sifatnya Hoax (berita bohong),” tandas dia.

Kolonel Inf Christian Tehuteru menandaskan, terciptanya stabilitas keamanan tidak hanya dititikberatkan kepada TNI-Polri. Akan tetapi perlu keterlibatan semua lapisan masyarakat mulai dari atas hingga kebawah. Dia pun mengingatkan agar masyarakat bersatu.

“Harus ada komunikasi yang baik antara negeri. Itu tentunya akan menjadi hal yang memberi dampak positif, dan tergantung kepada pimpinan-pimpinan. Apabila ada kesepakatan yang tentunya akan menular kepada pemuda-pemuda kita, dan anak-anak kita. Dan juga dibuat agenda rutin untuk salin bertemu antara negeri. Semuan ini tergantung kita mau atau tidak,” kata Christian Tehuteru.

Untuk memerangi terorisme, persatuan dan kesatuan sangat penting. “Jangan mau Ambon ini dibikin rusak oleh aksi yang tidak berprikemanusian. Kita harus mewaspadai hal ini. Jangan sampai kejadian-kejadian di luar kita tenang-tenang karena kita tidak waspada kita bisa disusupi. Ada pendatang baru masuk kompleks perlu di cek dan di lakukan pengawasan. Kalau ada yang mencurigakan laporkan ke aparat kemanan,” pesannya.

AKBP Sutrisno Hady mengatakan, Babinsa, Babinkamtibmas, dan raja/kades merupakan garda terdepan dalam menjaga satabilitas kemanan. Ia pun menyampaikan tidak ada penjagaan sehebat apapun yang bebas dari serangan teror. ”Yang bisa dilakukan adalah upaya-upaya pencegahan.

Masyarakat kita saat ini apatis. Kita harus sadari itu. Harus ada komitmen dari tiga pilar kamtibmas ini. Harus kenali semua masyarakat di tempat tinggal kita. Kalau ada pendatang baru harus didata, di cek benar-benar. Untuk mewaspadai ganguan kamtibmas bukan menyikapi kejadian di Subaya, tetapi setiap potensi-potensi terjadi ganguan perlu diwaspadai bersama,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala BIN perwakilan Maluku Nelson Situmorang mengatakan, berangkat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, perlu diantisipasi terkait kejadian di Surabaya. Karena berdasarkan pantauan, sebelum kejadian kondisi masyarakat terlihat aman. ”Tetapi bisa terjadi juga, kejadian aksi teror tidak sangka. Apapun yang terjadi perlu kita waspadai,” pesannya.

Situmorang menandaskan, masyarakat Maluku, dan khusus Kota Ambon perlu mewasdai segala kemungkinan yang akan terjadi. Harus berkaca dari pengelaman kejadian Surabaya, maupun kejadian bom bunuh diri di Jalan Thamrin Jakarta, beberapa waktu lalu. “Perlu saya sampaikan bahwa kejadian bom di Thamrin Jakarta. Itu salah satu pelaku pernah berjualan di Pasar Mardika, Ambon. Masyarakat harus bersatu untuk melawan paham radikal dan terorisme ini. Kita harus mewaspadai itu. Kalau temuan yang mencurigakan segera melapor. Kenali betul setiap warga kita, maupun pendatang baru yang baru masuk dan tinggal kompleks tempat tinggal kita,” tandasnya. (ERM)

Most Popular

To Top