Willem Patty Diperiksa Jaksa – Ambon Ekspres
Hukum

Willem Patty Diperiksa Jaksa

AMEKS ONLINE, AMBON.—Mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku-Maluku Utara, Willem Patty kemarin akhirnya diperiksa tim jaksa penyidik dugaan korupsi pada transaksi Repo.
Transaksi antara Bank Maluku-Malut dan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas diduga merugikan bank itu sebesar Rp 238,5 miliar.

Hingga saat ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku baru menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni mantan Dirut Bank Maluku, Idris Rolobessy dan mantan Direktur Kepatuhan, Izack B Thenu.

Dua tersangka itu tak cukup bagi penyidik, mereka masih terus mengejar aktor intelektual dalam kasus dugaan korupsi penjualan surat-surat berharga itu.

Willem diduga merupakan pihak yang mengotaki pertemuan dengan Dirut PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas, Andri Theodorus Rukminto di Ratu Plaza Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Selasa, (15/2) kemarin Willem Patty diperhadapkan didepan penyidik, Zulfikar untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi.

“Ya, benar hari ini (kemanri) mantan Dirut Pemasaran PT Bank Maluku berinisial WP diperiksa penyidik, Zulfikar. Dia ditanyai 23 pertanyaan terkait kasus penjualan suarat-surat berharga, sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada koran ini diruang kerjanya, kemarin.

Posisi kasus ini, hanya dipersoalkan di tahun 2014. Sementara transaksi ini terjadi sejak 2011 hingga berakhir 2014 pasca PT AAA Securitas tak mampu untuk melunasi utangnya ke Bank Maluku. Kejaksaan masih terus mengusut unsur sebab akibat dari terjadinya transkasi dana ratusan miliar tersebut, yang kala itu diinisator oleh Willem Patty.

Willem Patty hingga saat ini masih berstatus saksi. “Untuk tersangka baru nanti, itu tergantung penyidik. Sementara masih dalam proses penyidikan untuk kelengkapan berkas perkara milik kedua tersangka,” jelas Sammy.

Selain Willem Patty, juga dilakukan pemeriksaan terhadap mantan analis Devisi Treasury, Cristian Tomasoa. Kehadiran dia sebagai saksi ini bertujuan untuk kepentingan penyidik dalam melengkapi berkas perkara milik kedua tersangka awal. “Ya, selain WP juga dilakukan pemeriksaan terhadap CT. CT diajukan puluhan pertanyaan oleh penyidik, Bayu Sugiri untuk melengkapi berkas perkara milik kedua tersangka,” ujar Sammy.

Transaksi Repo Obligasi merupakan penjualan saham atau surat berharga lainnya dengan perjanjian akan dibeli kembali. Namun uang yang keluar tidak bisa dikembalikan akhirnya jadi obligasi fiktif. “Jadi untuk materi pemeriksaannya, itu kewenangan penyidik. Jadi ikuti saja, kasus ini akan tetap dituntaskan, hingga ke Pengadilan,” tandas Sammy.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017. (NEL)

Most Popular

To Top