Potensi Wisata yang Merana – Ambon Ekspres
Features

Potensi Wisata yang Merana

Ilustrasi Wisata Maluku/net

Maluku merupakan provinsi seribu pulau. Letaknya di bagian timur Indonesia. Kurang lebih 90 persen luas wiyahnya adalah lautan. Sehingga tak heran potensi laut pun menjadi objek wisata bahari andalan yang laku dijual saat ini. Manuala Beach, Pantai Liang, Natsepa, Banda di Maluku Tengah, hanya sebagian wisata Bahari yang menampakkan keindahan terumbu karang unik yang nilainya tak terhingga.

Catatan :Nasri Dumula, Ambon Ekspres.

Selain wisata bahari, wisata alam dan wisata budaya Maluku pun tak kala menariknya. Wisata Alam Pintu Kota, Batu Capeu, Tampayan Soya, Gua Wowo Amarsekaru di Kabupaten Seram Bagian Timur, Cagar Alan Kawasan Manusela di Seram, Pukul Menyapu, Tarian Cakalele dan Bambu Gila.
Semua yang disebut hanya sebagian kecil bukti historis peninggalan masa silam leluhur budaya Maluku dan masih dilestarikan seadanya hingga sekarang.

Maluku memang kaya akan potensi wisata serta situs sejarah yang menarik. Hanya saja belum dikelola dengan baik oleh pemerintah. Masih banyak kekurangan sana sini. Infrastruktur dan manajemen pengelolaan mestinya lebih optimal. Pengunjung harus terkesan dalam setiap kesempatan. Mestinya sektor Pariwisata mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk itu Pemerintah suda saatnya memberikan dukungan dalam penentuan kebijakan makro yang didasari pertimbangan dan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek pengembangan Pariwisata Maluku.

Keterbatasan anggaran misalnya, selama ini selalu menjadi alasan terhambatnya pengembangan potensi wisata di Maluku. Akibatnya situs situs sejarah nyaris tidak ada pemeliharaan dan pemugaran yang rutin. Seperti yang terlihat di beberapa lokasi wisata alam Maluku nasibnya merana hingga kini. Ada kecenderungan pembiaran, ibarat ayam kehilangan induk. Bersih sehari kotor setahun, promosi yang satu lupa yang seribu.

Demikianlah potret wisata di Maluku. Mungkin sudah saatnya pemerintah daerah memikirkan solusi tepat dengan menyerahkan kepada pihak ketiga, agar pengelolaan dan sasaran capaainnya lebih terukur. Suasana wisata bahari yang alami nan memesona merupakan surga wisatawan yang kelak membawa manfaat besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Paling tidak mereka yang berdomisili di sekitar lokasi wisata, bisa merasakan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Apa hebatnya panorama wisata di Bali atau Pantai Kuta, Sanur dan Senggigih sekalipun. Hanya karena keseriusan pemerintah dengan tidak melihat potensi wisata setengah hati, sehingga Bali menjadi salah satu aikon wisatanya Indonesia. Orang Maluku siapa yang tidak mengenal Batu Capeu ataupun Pintu Kota. Namun kedua kondisi fisik wisata alam ini seolah mati suri. Keberadaanya seolah menggambarkan keangkuhan pemerintah yang membiarkan keredaannya hanya sebatas cerita historis orang Maluku.

Luput dari sentuhan pemerintah batu yang memiliki ciri tersendiri di dunia ini dibiarkan merana hingga kini. Padahal legenda Batu Capeu sudah booming dari generasi ke generasi. Suda sejak dahulu orang barat mengenal Indonesia melalui Maluku, lantaran rempah rempah dan keindahan alamnya. Sayang sungguhsayang perhatian pemerintah di sektor Pariwisata cenderung kecil.

Kendati demikian masih ada harapan untuk melakukan perbaikan. Pemerintah daerah saat ini melalui Dinas Periwisata Provinsi telah menyusun program destinasi untuk pengembangan wisata di Pulau Ambon, Maluku Tengah. Langkah ini harus diapresiasi, tapi jangan mengulangi kesalahan di kemudian hari. Apapun program yang dilakukan jika tidak didukung dengan keseriusan dan anggaran yang memadai nasib wisata Maluku bakal tidak memberikan perubahan yang berarti. Meski demikian adanya, sebagai anak Maluku kita harus optimis dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah, agar suatu ketika wisata Maluku akan bangkit dan menjadi aikon pendapatan asli daerah rempah rempah ini.

Optimesme ini akan tercapai jika pemerintah daerah menjadikan Pariwisata Maluku sebagai objek wisata andalan dengan menjual potensi hingga ke manca negara. Kunjungan wisatawan asing di Maluku bisa dijadikan pijakan menginspirasi pemerintah untuk menyiapkan infrastruktur pendukung di semua sektor wisata. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top