Sidang Penganiayaan Diakhiri Baku Hantam

by

AMEKSONLINE, AMBON- Protes atas putusan Pengadilan Negeri Ambon terkait kasus penganiayaan di Desa Leinitu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, berakhir ricuh. Dua kubu pro dan kontra saling berhadapan, baku hantam tak terhindari.

Kericuhan ini terjadi di pekarangan PN Ambon. Keluarga korban penganiayaan tak terima putusan ringan majelis hakim terhadap Raja Leinitu, Dicky Tanasale. Dicky terbukti dalam sidang kemarin melakukan penganiayaan terhadap salah satu warganya.

Polisi yang mengamankan sidang, berhasil melerai dua kubu. Meski kemudian adu jotos kembali terjadi. Satu warga mengalami luka pada bagian mulutnya. Namun aksi saling serang itu tetap tak pengaruhi hasil sidang.

“ Tuntutan dari jaksa penuntut umum 3 bulan  penjara. Hakim memvonis terdakwa hanya 1 bulan 8 hari. Keributan apa yang terjadi di luar itu diluar persidangan bukan lagi kapasitas kita “ kata Humas PN Ambon, Herry Setiabudi yang dikonfirmasi.

Decky Tanasale, Raja Leinitu, Kecamatan Nusa Laut, Kabupaten Maluku Tengah, didakwa atas perkara penganiayaan salah seorang warganya dan divonis 1 bulan delapan hari oleh Majelis Hakim PN Ambon dalam sidang. Sebelumnya, terdakwa dituntut 3 bulan oleh JPU Leonard Tuanakotta.(tim)