Balai Sebut Bermasalah, Kejati “Untungkan” Kontraktor – Ambon Ekspres
Berita Utama

Balai Sebut Bermasalah, Kejati “Untungkan” Kontraktor

AMBON, AE.- Jalan Lingkar Marsela, Maluku Barat Daya, mulai dibangun 2016 lalu. Alokasi anggaran mencapai Rp68 miliar dari Kementerian PUPR melalui Balai Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XVI Maluku-Maluku Utara. Panjang jalan yang disetujui dibangun 34 kilometer dengan kontraktor pelaksana saat itu CV Bela Co milik Benny Laos.

sesuai dokumen kontrak, proyek tersebut mestinya selesai pada bulan Oktober 2016. Namun hingga tenggat waktu yang ditentukan dalam kontrak, proyek tersebut tidak selesai dikerjakan. Lantaran belum juga rampung, BPJN dan CV. Bella Co membuat addendum atau perpanjangan kontrak. Sesuai addendum, pekerjaan proyek ini mestinya selesai pada bulan Desember 2016.

Hingga berakhir 2016, CV. Bela Co, perusahaan milik Benny Laos yang kini menjabat Bupati Morotai, Maluku Utara itu tidak mampu menyelesaikan proyek tersebut. Dengan alasan cuaca yang tidak bersahabat. Anehnya, BPJN masih tetap memberikan toleransi waktu kepada CV Bela Co dengan kembali membuat addendum.

Dua pihak, BPJN dan CV Bela Co menyepakati pekerjaan tersebut harus diselesaikan rekanan pada bulan April 2017. Namun lagi lagi CV Bela Co milik Benny Laos ini, tidak juga merampungkan pekerjaan tersebut. Pihak BPJN meradang. Mereka kembali memberikan ultimatum sesuai tenggat waktu penyelesaian.

“Mereka masih punya batas waktu,” kata Kepala BPJN  Satrio Sugeng Prayitnokepada Ambon Ekspres kala itu. Beberapa saat ketika kembali dikonfirmasi, dia memastikan CV Bela Co diputus kontrak untuk mengerjakan proyek tersebut. Bahkan mereka memastikan akan mengusulkan black list kepada perusahaan milik Benny Laos.

Proyek ini kemudian sudah dikerjakan perusahaan lain. Belakangan diketahui, nama perusahaan saja yang diubah, sementara pemiliknya masih tetap sama. Ini Nampak dari sejumlah alat berat yang dipakai perusahaan tersebut masih menggunakan label CV Bela Co.

Kasus ini kemudian ditangani Kejaksaan Tinggi Maluku. Entah siapa yang melapor, namun penyelidikan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Tim Kejati Maluku sudah melakukan pemeriksaan di lokasi pembangunan. Mereka sudah memeriksa beberapa saksi, juga bos CV Bela Co. “Mereka juga bertemu di Ternate,” kata sumber koran ini.

Hanya saja jaksa membantah pertemuan mereka dengan bos CV Bela Co. Usai pertemuan, laju penyelidikan kasus ini mulai lambat. Bahkan informasi Ambon Ekspres menyebutkan, jaksa menyebut tidak ada pelanggaran hukum dalam proyek tersebut. Mereka bahkan memastikan kerugian Negara jauh lebih kecil.

Kasi penyidikan Kejati Maluku, Abdul Hakim mengaku, hasil pemeriksaan ahli bidang teknis dari Poltek Ambon tak ditemukan dugaan penyimpangan korupsi. “Hasil pemeriksaan ahli kita menemukan pekerjaan melebihi,” kata Hakim saat dihubungi via selulernya, kemarin.

Dikatakan, hasil pemeriksaan ahli telah rampung dan siap diserahkan ke Penyelidik Kejati Maluku untuk siap dilakukan gelar perkara. ” Nasib perkara ini akan ditentukan dalam gelar perkara nanti. Intinya, pekerjaannya melebihi, sesuai hasil pemeriksaan ahli,” ujar dia.

Dia menegaskan, dalam penyelidikan kasus yang diduga melibatkan nama Bupati Morotai, Maluku Utara itu tidak ada indikasi Jaksa bermain. “kita profesional, kita sudah on the spot bersama ahli langsung. Jadi kita kerja tidak ada kompromi,” tegas dia menanggapi adanya oknum jaksa yang bermain.  (NEL)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top