1,1 Ton Kepiting Bakau Diekspor dari Maluku – Ambon Ekspres
Berita Utama

1,1 Ton Kepiting Bakau Diekspor dari Maluku

 

AMBON,AE.- Kegiatan ekspor langsung dari Maluku, kembali dilakukan diawal tahun 2019. Sebanyak 1,1 ton kepiting bakau di ekspor ke Malaysia dan Singapura.

“Komoditi yang akan diekspor kali ini masih merupakan komoditi dari sektor perikana, “ kata Santje Asbay, Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Ambon kepada wartawan usai melepas 22 box komoditi kepiting di Terminal Cargo Bandara Pattimura Ambon, Sabtu(12/1).

Kepiting Bakau ini di ekspor melalui Bea Cukai Ambon dengan PEB nomor 000.004 dan 000.005 pada Sabtu, 12 Januari 2019 menggunakan sarana pengangkut udara. Garuda Indonesia.

Ekspor ini dilakukan melalui Bea Cukai Ambon, karena fungsinya sebagai Industrial Assisstance dengan melakukan asistensi dalam kegiatan ekspor. “Ini ekspor perdana komoditi baru berupa kepiting bakau bagi dari eksportir baru yaitu UD. PUTRI DESI,” kata Asbay.

Untuk negara tujuan Malaysia jumlah kepiting yang akan di ekspor adalah sebanyak 22 box dengan tonage 814 kilogram, sedangkan untuk negara tujuan Singapura adalah sebanyak 5 box dengan berat 185 kilogram.

Munculnya eksportir-eksportir baru di wilayah Ambon-Maluku tidak lepas dari usaha dan kerja keras bersama secara sinergi, dengan instansi terkait dan Pemerintah Daerah dalam memberikan asistensi berupa tata cara ekspor, pemberian fasilitas di bidang ekspor serta kemudahan berusaha lainnya.

“Tujuannya mendorong minat untuk melakukan kegiatan ekspor ditahun 2019. Dengan meningkatnya kegiatan ekspor langsung dari daerah Maluku khususnya di Ambon, akan menghasilkan devisa ekspor yang berpengaruh pada pendapatan asli daerah. Ini juga akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan perekonomian di Maluku,” terangnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano mengatakan, kegiatan ekspor langsung dari Maluku diawal tahun 2019 dengan komoditi perikanan yang non ikan,yakni kepiting hidup dengan tonage (berat) 1,1 ton.

” Ini merupakan langkah awal yang baik. Pemerintah daerah menyampaikan terimakasih bagi seluruh stackholder yang terlibat bersama dalam mendorong ekspor langsung dari Maluku,” tuturnya.

Dia juga menambahkan, pihak eksportir juga meyakini kegiatan ekspor komoditi kepiting ini akan berjalan secara rutin.

“Dua minggu kedepan akan ada yang diekspor lagi dan seterusnya akan begitu. Kami sudah berdiskusi ada beberapa kendala yang harus dibicarakan pada tim peningkatan ekspor bersama semua yang terlibat, yakni Bea Cukai, Perikanan, Penyedia jasa pengiriman maupun para eksportir itu sendiri,” ujar Pattiselano.

Menurutnya, jika kendala-kendala yang ada dapat diatasi, maka tidak menutup kemungkinan ekspor komoditi kepiting ini bisa dilakukan dua kali dalam seminggu.

“Karena permintaan cukup banyak untuk komoditi kepiting bukan hanya dari Malaysia Singapura tapi China juga sementara dalam proses. Intinya kami bersinergi untuk mendorong para eksportir untuk melakukan ekspor dari Maluku,” harapnya. (IWU)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top