Jaksa Lindungi Stenly Mailissa? – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jaksa Lindungi Stenly Mailissa?

Ambon, onlineAmeks.-  Tim penyidik Kejaksaan Negeri Masohi, tak lagi melanjutkan kasus korupsi dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kepada panwas. Kasus yang terbukti korupsi berdasarkan vonis hakim ini, lambat ditangan penyidik.

Pemkab Malteng pada Tahun 2017 mengalokasikan dana Rp10,8 miliar untuk pelaksanaan Pilkada. Kerugian negara yang sudah menetapkan Richard Wattimury 2 tahun penjara ini, sebesar Rp400 juga lebih. Richard J Wattimury adalah mantan bendahara Panwas.

“Belum penetapan tersangka. Masih dalam penyidikan,” ungkap Kasipidsus Kejari Malteng, Yongky Pangkey kepada koran ini, siang tadi.

Stenly Mailissa adalah eks Ketua Panwaslu Malteng saat itu. Dalam vonis hakim, dia disebut terlibat atau turut bertanggung jawab dalam penggunaan dana Hibah untuk proses pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2017 saat itu.

Stenly belum diperiksa. Terkesan, Kejari Malteng yang dipimpin Robinson Sitorus itu melindunginya. “Bukan lindungi. Sementara dalam penyidikan. Tunggu saja sodara laki-laki,” kata Pangkey dikutip via WhatsApp.

Dalam vonis hakim yang dipimpin RA Didi Ismiatun saat itu, bukan hanya Stenly. M Safar Tua­sikal juga terlibat. Dia dinilai mengetahui aliran dana hibah anggaran pengawasan Pilkada tahun 2016-2017.

Safar Tuasikal adalah benda­hara pertama Panwaslu Maluku Tengah, sebelum diganti oleh Richard Wattimury. Dua komisinoer lain­nya, Ahmad F. Latuconsina dan Yohana Latuloma juga terlibat. Ketiganya sudah diperiksa, dan tinggal menunggu penetapan tersangka.

Richard Watimury sebelumnya di vonis Pengadilan Tipikor Ambon dengan pidana penjara selama dua tahun. Selain itu, dia juga dibebankan membayar denda senilai Rp. 50 juta. (NEL)

Most Popular

To Top