Soal Ikan Mati, LIPI Belum Keluarkan Riset

by
Ikan Terdampar: Seekor ikan Pari, pagi kemarin ditemukan di Pantai Waihaong. -Lutfi Heluth-

Ambon, AmeksOnline .- Lembaga Ilmu Pengetahuan hari ini masih melakukan penelitian terkait ledakan fitoplankton (blooming fitoplankton) di Pesisir Teluk Ambon. Penelitian memasuki hari keempat. Belum ada kesimpulan apapun dari LIPI, setelah Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Persampahan Pemerintah Kota Ambon mengeluarkan larangan mengkonsumsi ikan atau kerang mati.

Hal ini disampaikan Peneliti pusat penelitian laut dalam-LIPI, Hanung Agus Mulyadi seperti dikutip dari Ambon Ekspres. Ledakan fitoplankton jenis dinoflagelata gonyaulax itu sudah terjadi sejak Kamis (10/1) pagi. Luasannya mencapai 31 hektare di Perairan Desa Lateri dan Passo, Kecamatan Baguala hingga mencapai Kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon. Kepadatan Ledakan cukup tinggi, 9 x 100 ribu sel per liter hingga 2,5 x 1000 juta sel per liter.

Husein Latuconsina, Dosen Ekologi Perairan dari Univeristas Darussalam, Ambon juga belum dapat memastikan adanya ikan mati yang diakibatkan ledakan  fitoplankton jenis dinoflagelata gonyaulax. Namun dia mengimbau masyarakat tidak menkonsumsi ikan mati. “Masih butuh penelitian untuk memastikan hal ini,” kata dia.

Menurut Husein, ledakan ini bukan baru pertama kali terjadi. Pada tahun 1900-an juga terjadi hal yang sama di tempat yang sama. “LIPI sekarang kan lagi melakukan penelitian. Warga sebaiknya jangan menkonsumsi ikan mati setelah terjadi ledakan fitoplankton jenis dinoflagelata gonyaulax ini,” kata dia.

Humas Sekaligus peneliti P2LD-LIPI Ambon, Rory Dompepen juga belum bisa memastikan, apakah ledakan fitoplankton jenis dinoflagelata gonyaulax itu berbahaya atau tidak bagi manusia. “Kalau dulu saat terjadi ledakan di tahun 1900-an, sempat ada orang yang masuk rumah sakit,” kata dia.(TAB)