Dirut PT. BPS Diperiksa Sebagai Tersangka – Ambon Ekspres
Ragam

Dirut PT. BPS Diperiksa Sebagai Tersangka

AMBON, AE.- Direktur Utama PT Buana Pratama Sejahtera, Mintaria Loesiahari hari ini menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka. Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 Wib di Mabes Polri. Dia diperiksa tim Subdit 5 Bareskrim Polri.

Sebelumnya dia ditetapkan sebagai tersangka pekan kemarin. Penetapan tersangka terkait penambangan emas di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Sampai kemarin baru satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Padahal Bareskrim melakukan penyelidikan terhadap sejumlah perusahaan yang beroperasi di Pulau Buru.

“Hari ini selasa,15 Januari 2019,dan pemeriksaan dimulai sejak pukul 09.00 Wib, dan masih berlangsung hingga saat ini, dan didampingi oleh sy sendiri,” ungkap Kuasa Hukum tersangka (PT BPS-red), Fahri Bachmid, saat menghubungi ameksOnline, siang tadi.

Penetapan tersangka sesuai surat perintah penyidikan No.Pol. Sprin. Sidik/416/XI/2018/Tipidter, tanggal,15 November 2018. Menurutnya, pasal-pasal yang disangkakan kepada tersangka adalah pasal 158 dan/atau pasal 159 dan/atau pasal 161 UU RI No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Kami sebagai tim pengacara sangat siap untuk mengawal dan mendampingi proses hukum yang saat ini sedang berlangsung di Bareskrim Polri. Klien kami sangat kooperatif dengan penyidik. Kami memastikan bahwa proses hukum yang sedang berjalan ini akan berjalan proporsional,” ujar dia.

Pihaknya, mengapresiasi kerja penyidik Tipidter Bareskrim Mabes Polri yang selama ini sangat profesional dan kredible. “kami pastikan bahwa proses hukum yang berlangsung saat ini harus clear dan tuntas secara hukum, agar ada kepastian hukum,” cetusnya.

BPS dalam operasi di Buru, dinilai telah menyalahi ijin yang diberikan. Ijin yang semestinya melakukan penataan dan rehabilitasi sungai Anahoni, kawasan Gunung Botak dari limbah kimia berbahaya, justru dipakai melakukan aktivitas pertambangan emas.

Aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan dalam mengolah emas menggunakan bahan-bahan berbahaya. Salah satunya adalah sianida. Selain BPS, terdapat dua perusahaan lainua yakni, PT. Prima Indo Persada (PIP), dan Sinergi Sahabat Setia (SSS). Kedua perusahaan ini masih dalam penyelidikan atas aktivitas penambangan ilegal di lokasi Gunung Botak. (NEL)

Most Popular

To Top