KPKNL Perhambat Lelang Rumah Koruptor Hentje – Ambon Ekspres
Berita Utama

KPKNL Perhambat Lelang Rumah Koruptor Hentje

Ambon, ameksOnline.- Permintaan Apresial sudah dilakukan sejak Oktober 2018 lalu. Hasilnya, Rumah Koruptor jumbo, Hentje Abraham Toisuta belum juga dilelang. Alasannya, masih menunggu hasil perhitungan apresial dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Ambon. Eksukotor Kejari Ambon masih dibuat menunggu.

Hentje adalah terpidana 12 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan lahan dan bangunan kantor cabang Bank Maluku-Malut di Surabaya Tahun 2014. Kedua rumah Hentje terletak di Kudamati, Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe dan Desa Amahusu, Ambon.

“Belum dilakukan lelang. Masih menunggu perhitungan,” ungkap Kasubag BIN Kejari Ambon Anike Lesinusa kepada koran ini, siang tadi.

Dikatakan, pada Senin, (14/1) kemarin, tim dari KPKNL bersama dengan tim eksekutor dari Kejari Ambon, turun melakukan on the spot terhadap dua rumah berlantai 2 itu. “Turun foto-foto bangunan dan tanah. Ini dilakukan untuk menafsir nilai harga bangunan dan rumah tersebut. Sementara mereka masih menghitung,” kata dia.

Direktur CV Harves itu merupakan terpidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan gedung Bank Maluku dan Malut di Surabaya tahun 2014. Statusnya belum dieksekusi. Dia menghilang, dan akhirnya Kejati Maluku menetapkannya dalam daftar pencarian orang (DPO). Hingga saat masih dalam pencarian.

“Jadi dalam putusan MA itu, selain pidana badan 12 tahun penjara, dua rumah Hentje juga akan dirampas dan dilelang untuk negara. Dua Rumah,” jelas dia.

Hence kala itu, dijatuhi pidana selama 12 tahun kurungan, dan denda RP. 1 miliar subsider delapan bulan kurungan, serta dibebankan uang pengganti senilai Rp. 7,2 miliar subsider empat tahun kurungan. Sampai kemarin uang pengganti belum disetor Hentje. Dia justeru menghilang.

Selain Hentje, MA Juga menjatuhkan pidana penjara terhadap Mantan Direktur Utama PT Bank Maluku, Idriri Rolobessy dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp. 500 juta subsider tujuh bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti senilai Rp. 250 juta subsider satu tahun kurungan. Putusan MA ini sifatnya menguatkan putusan PT Ambon yang juga menghukumnya dengan pidana penjara yang sama.

Sementara mantan Kadiv Renstra dan Corsec Bank Maluku, Petro Ridolf Tentua, MA dalam putusannya menguatkan putusan PT Ambon yang sebelumnya menghukum terpidana dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara, membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. “Yang sudah dieksekusi hanya Idris, dan Petro. Hence menghilang, dna belum tau keberadaanya,” ujar dia.

Diketahui, Majelis hakim pada Kantor Pengadilan Tinggi Ambon menaikan masa hukuman mantan Dirut PT. Bank Maluku-Malut, Idris Rolobessy dari delapan tahun menjadi sepuluh tahun penjara, denda Rp500 juta subsider tujuh bulan kurungan.

Idris juga divonis membayar uang pengganti senilai Rp100 juta subsider enam bulan kurungan karena terlibat dalam skandal pembelian lahan dan gedung untuk pembukaan kantor cabang PT. BM-Malut di Jalan Raya Darmo nomor 51 Surabaya (Jatim) senilai Rp54 miliar.

Sebelumnya Idris Rolobessy, Heintje Abraham Toisuta dan Petro Ridolf Tentua divonis hukuman bervariasi oleh majelis hakim Tipikor Ambon. Idris diganjar 8 tahun penjara, denda Rp 3 miliar subsider tujuh bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 100 juta subsider 6 tahun kurungan. Heintje dihukum 9 tahun penjara, membayar denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 7,2 miliar subsider 4 tahun kurungan.

Sementara Petro dihukum 6 tahun penjara, membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ketiga terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan TPPU pembelian lahan dan bangunan bagi pembukaan kantor cabang Bank Maluku di Surabaya tahun 2014 senilai Rp 54 miliar yang merugikan negara Rp 7,6 miliar dalam sidang Senin (27/3) di Pengadilan Tipikor Ambon. (NEL)

Most Popular

To Top