Rusaknya Seleksi Anggota KPU Maluku

by

Ambon, ameksOnline.- KPU RI memberikan ‘sinyal’ seleksi calon anggota KPU provinsi Maluku akan diulang. Bila dilakukan, Tim Seleksi (Timsel) akan menggugat lembaga penyelenggara pemilu itu.

Dikutip dari Kompas.id, Senin (21/1) anggota KPU RI, Ilham Saputra mengatakan, dalam waktu dekat akan dibuka lagi pendaftaran calon anggota KPU Provinsi Maluku periode 2019-2014. Namun, ia belum memastikan waktunya. “Segera dan pasti akan kami buka seleksi lagi,”singkat Ilham.

Ilham yang dikonfirmasi Ambon Ekspres via WhatsApp (WA) kemarin, justru tidak memberikan penjelasan apa-apa. “Tunggu saja. Sabar ya,”ujarnya.

Sebelumnya, anggota KPU Evi Novida Ginting Manik yang dikonfirmasi Ambon Ekspres mengaku, persoalan dan kelanjutan seleksi calon anggota KPU Maluku telah dibahas.

“Kami sudah membahas, dan akan segera disampaikan keputusannya. Yang pertama akan disampaikan tentulah kepada Timsel melalui KPU provinsi,”kata Evi via WhatsApp, Senin (7/1).

Namun, Evi tidak memastikan waktunya. Olehnya itu, ia meminta masyarakat Maluku dan pihak berkepentingan untuk sabar menunggu keputusan KPU RI. “Mohon semua bersabar dan memakluminya,”ujar mantan anggota KPU Sumatera Utara itu.

Seperti diketahui, seleksi calon anggota KPU provinsi Maluku periode 2019-2024 belum selesai. Masih harus ada wawancara terhadap 9 dari 20 calon yang lolos ke tahapan tes kesehatan dan wawancara.

Belum tuntasnya tahapan seleksi, karena diduga Timsel melakukan pelanggaran dengan menetapkan calon yang lolos tes tertulis dengan sistem perangkingan. Sedangkan ketentuan Bab II huruf C angka dalam keputusan KPU RI nomor 252/PP.06-Kpt/05/KPU/III/2018 tentang perubahan kedua atas keputusan KPU nomor 35/PP.06-Kpt/05/KPU/II/2018 tentang Petunjuk Teknis Seleksi anggota KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dijelaskan ambang batas kelulusan tes tertulis untuk anggota KPU provinsi harus menggunakan passing grade (nilai ambang batas).

Di dalam Juknis disebutkan, nilai ambang batas tes tertulis dengan metode Computer Asisted Test (CAT) adalah 60. Hasil tes tertulis menunjukkan, hanya 5 peserta yang memenuhi ambas batas tersebut.

Ayat itu menyebutkan, Tim Seleksi menetapkan calon anggota yang lulus Tes tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sejumlah: a. paling banyak 7 (tujuh) kali dari jumlah calon anggota KPU Provinsi/KIP Aceh yang dibutuhkan; dan b. paling banyak 6 (enam) kali dari jumlah calon anggota KPU/KIP Kabupaten/Kota yang dibutuhkan.

Olehnya itu, Timsel tetap melanjutkan tahapan dengan melakukan tes psikologi. Sehari setelah hasilnya ditetapkan dan diumumkan, KPU RI mengeluarkan surat bernomor 1457/PP.04-SD/305/KPU/XI/2018, tanggal 27 November 2018 yang memerintahkan Timsel menghentikan sementara tahapan selanjutnya.

Namun, Timsel tetap melaksanakan pemeriksaan kesehatan jasmani (kesehatan fisik) di rumah sakit Bayangkara, Tantui, Rabu, 28 November atau sehari surat KPU diterbitkan. Timsel meragukan keabsahan surat yang dikirim lewwat WA tersebut.

Setelah surat yang berisi lima poin tersiar ke publik dan jadi polemik, Timsel kemudian menghentikan sementara pemeriksaan penunjang (kejiwaan) yang merupakan bagian dari tes kesehataan yang dijadwalkan pada Kamis, 29 November pagi. Tetapi pada malamnya, Timsel menggelar rapat pleno di sekretariat Timsel, lantai 1 Manise Hotel dan memutuskan melanjutkan tes wawancara.

Pada Selasa, 4 Desember 2018, Timsel melakukan tes wawancara terhadap 10 calon di di ruang president suite, lantai 4 Manise Hotel. Sesuai rencana, Rabu (5/12), tes dilanjutkan dengan 9 calon lainnya.

Rencana ini gagal, karena tim KPU RI yang terdiri dari empat orang sudah tiba di Ambon untuk melakukan klarifikasi. Mereka adalah Kepala Inspektorat, Wakil Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan dua staf.

Empat pihak terkait yang dimintai keterangan dan dokumen, yakni Timsel, sekretaris KPU provinsi Maluku, Muhammad Ali Masuki, staf Timsel dan Kepolisian Daerah (Polda) Maluku. Terhitung sudah satu bulan lebih klarifikasi itu dilakukan, namun belum ada putusan.

Ancam Gugat KPU

Anggota Timsel calon KPU Maluku, Sherlock Halmes Lekipouw mengaku, hingga kemarin belum ada informasi resmi dari KPU pusat terkait putusan hasil klarifikasi maupun seleksi ulang. “Belum. Kita tunggu saja kan,”ujar Sherlock via seluler, tadi malam.

Sherlock menegaskan, pihaknya akan menggugat KPU RI bila tetap melakukan seleksi ulang. Sebab, menurut dia, Timsel yang beranggota Normawaty, Anderson Parinussa, Mohdar Yanlua dan Farida Mony dan dirinya tidak melakukan kesalahan substansial.

Sesuai hasil klarifikasi yang telah dituangkan dalam berita acara, Timsel hanya tidak melakukan komunikasi intens dengan KPU RI. Itu hanya kesalahan prosedural administratif.

Tidak ada kesalahan subtantif seperti terbukti dugaan penyogokan ataui penyuapan, ada transaksi duit atau meloloskan orang yang memanfaatkan calo Timsel. Dalam proses pemeriksaan, mulai dari administrasi, berkas klarifikasi dengan pihak-pihak terkait tidak ada kesalahan ditemui kesalahan Timsel.

Menurut dia, KPU harus menunjukkan kesalahan Timsel dalam hal pelanggaran hukum sebelum melakukan seleksi. Selain itu, harus menyeleksi lagi calon Timsel, karena sesuai aturan, Timsel yang melakukan seleksi.

Kecuali KPU RI mengambil alih semua proses seleksi. “Kalau mereka melakukan seleksi ulang, kami akan gugat KPU karena itu perbuatan melanggar hukum. Kalau mereka lakukan itu (seleksi ulang), artinya mereka mau bilang bahwa Timsel melakukan perbuatan melanggar hukum. Pelangara hukum apa?,”tandasnya.

Justru Sherlock menduga, bila seleksi KPU Maluku diulang semakin menegaskan keperpihakan KPU orang per perorang, bukan demi penegakkan demokrasi.

“Kalau sampai mereka seleksi ulang, artinya terbukti bahwa surat tanggal 27 (November) itu mereka membela orang per orang, bukan membela kepentingan demokrasi. Dan jika itu terjadi, sangat fatal. Kita akan berhadap-hadapan secara hukum,”pungkasnya. (TAB)