Akibat Tangan Jail, Bapak Abu Dituntut 10 Tahun

by

Ambon, ameksOnline.-Umurnya sudah setengah abad, namun untuk melampiaskan nafsu birahinya, Abu Sangadji alias Bapa Abu relah menyetubuhi anak dibawa umur. Dia diringkus polisi, kemudian diseret ke Pengadilan untuk menjalani sidang tuntutan. Hasilnya, jaksa menuntutnya 10 tahun pidana badan.

Selain pidana badan dia juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta atau pidana pengganti enam bulan kurungan. Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan didampingi Sofyan Pererungan dan Felix Ronny Wuisan selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Robert Lesnussa dan Abdul Basir Rumagia.

Jaksa Sitti Darniati menilai perbuatan pria 63 tahun warga Air Salobar Jalan Baru, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Perbuatan penjahat kelamin terhadap korban 5 tahun ini terungkap pada hari Rabu tanggal 19 September 2018 sekira pukul 19.00. Awalnya Wa Sambe La Kope alias Wa Sambe, ibu korban selesai melaksanakan Shalat Magrib di Masjid Pelabuhan Yos Sudarso sekira pukul 19.00. Dia kemudian langsung balik ke kios. Tak lama kemudian korban juga pulang ke kios tempat jualan untuk buang air besar.

Beberapa menit kemudian, korban memanggil ibunya untuk membersihkannya. Saat membersihkan tiba-tiba korban merengek atau mengeluh kesakitan. Dia melarang ibunya memegang bagian tertentu dibagian bawah tubuhnya. Ibunya curiga. Dia bertanya alasan anaknya kesakitan.

Anak kecil ini dengan polosnya mengaku kalau terdakwa memasukan tangan ke kemaluannya. Wa Sambe memeriksa bagian yang sakit pada anaknya. Bagian itu kemerah-merahan. Tak terima dengan perbuatan biadab itu, ibu korban melaporkan pelaku ke kantor polisi. Usai mendengar pembacaan tuntutan majelis hakim langsung menunda dan menutup sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) (AKS)