Gelombang 4 Meter Ancam Maluku – Ambon Ekspres
Berita Utama

Gelombang 4 Meter Ancam Maluku

AMBON, AE.- Tekanan rendah di perairan laut Arafura dapat menyebabkan terjadinya tumpukan angin di sekitar wilayah Maluku Selatan. Pembelokan massa udara di sekitar Maluku bagian tengah juga bakal terjadi.

Kondisi ini, dapat meningkatkan potensi tumbuhnya awan-awan hujan yang disertai dengan angin kencang sesaat. Ini dapat meningkatkan tinggi gelombang di sekitar wilayah Laut Banda, Perairan Babar, Perairan Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Kei, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Sermata hingga Leti dan Laut Arafura.

Kondisi sinoptik, angin umumnya bertiup dari Selatan – Utara dengan kecepatan terbesar 20 Knots (40 Km/Jam). “Gelombang laut mencapai 4 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku bagian utara. Sementara itu gelombang laut mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi Perairan Utara Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei hingga Aru dan Laut Maluku bagian selatan,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon Ot Oral Sem Wilar kepada koran ini, siang tadi.

Di sisi lain, intensitas hujan lebat disertai petir dan angin kencang juga berpeluang terjadi di Kota Ambon maupun Kota Tual serta Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang laut, sedangkan untuk suhu bervariasi antara 23 – 31 derajat celsius dan kelembaban 60 -100 persen,” ujar dia.

Apabila terjadi kondisi cuaca ekstrim, lanjut dia, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang untuk tidak memberikan izin berlayar. Mereka juga akan menutup aktivitas pelayaran untuk sementara, sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

Pihak Stasiun Meteorologi telah menghimbau para nelayan untuk mewaspadai gelombang laut tinggi, dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan perahu tradisional karena relatif tidak kuat menahan terpaan angin kencang dan gelombang tinggi.

“Himbauan potensi cuaca ekstrim juga disampaikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing Kabupaten/Kota termasuk para Bupati maupun Walikota se Provinsi Maluku,” tutup dia. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top