Sisa Masalah Usai Eksekusi Sam Ratulangi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Sisa Masalah Usai Eksekusi Sam Ratulangi

Suasana eksekusi lahan yang ditempati Rumah Makan Ayah di Jalan Sam Ratulangi, beberapa waktu lalu.- lutfi Heluth-

Ambon, ameksOnline.-  Masalah usai eksekusi dua bangunan ruko di Jalan Sam Ratulangi, Ambon kian memanas. Bukan hanya, Juru Sita Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Notje Leasa yang dilaporkan ke Polres Ambon. Ketua PN, M Muchlis juga dilaporkan. Bukan ke Polisi, melainkan Komisi Yudisial alias KY.

Laporan ke KY oleh termohon eksekusi, Viktor Roni Palar itu berhubungan dengan surat penetapan eksekusi yang dilakukan. Eksekusi itu dilakukan tanpa ada amar putusan yang menjelaskan objek eksekusi dari lahan yang dieksekusi oleh pihak Pengadilan.

“Jadi hari ini (Kemarin-red) kami sudah resmi melaporkan Ketua PN ke KY. Karena dugaan kami, ada unsur indikasi bermain dalam penetapan eksekusi ini,” tegas Termohon Eksekusi, Viktor Roni Palar kepada wartawan di Ambon, kemairn.

Menurutnya, surat penetapan ekskusi yang kemudian dibacakan saat eksekusi 17 Januari 2018 lalu oleh Juru sita, Notje Leasa itu tidak terlampir objek ekseksi. “Jadi penetapan eksekusi itu tidak diketahui objek yang mana. Selain itu, tidak ada pemeriksaan setempat (PS) sebelum proses eksekusi itu dilaksanakan. Tiba-tiba eksekusi itu berjalan. Ini yang menurut kami tidak adil,” kesal dia.

Pengadilan, lanjut dia, hanya memberikan pemberitahuan eksekusi yang dijadwalkan sejak 20 Desember 2018 lalu, dan eksekusinya baru dilakukan di 17 Januari 2018. Dalam perkara perdata ini, dimenangkan pemohon eksekusi hingga ke tingkat MA RI. Keganjilan terjadi dalam proses peradilan. Dalam produk PTUN yang diajukan untuk perubahan Sertifkat lahan tersebut itu dikabulkan.

“Dan oleh BPN dalam menjalankan putusan PTUN itu sudah dilakukan. Artinya membatalkan sertifikat tersebut. Sekaligus membalikan Sertifikat menjadi milik kami. Kami tidak tau bukti apa yang membuat mereka menang,”terang dia.

Pihaknya juga telah mengajukan gugatan perlawanan hukum terhadap penetapan eksekusi yang dilakukan oleh PN Ambon. “Kami sudah lakukan gugatan, dan jadwal sidangnya berjalan pada tanggal 30 Januari 2018 nanti. Jadi, selain kami lapor Ketua PN ke KY. Kami juga, meminta kepada KY untuk mengawal proses jalannya sidang perkara ini. Kami akan buktikan dalam sidang nanti,” tandas dia.

Sementara posisi anak buah Ketua PN, Notje Leasa selaku Juru Sita saat ini sudah dilaporkan ke Polres P Ambon dan Pp Lease, sejak Rabu (23/1) sore. Laporannya itu kaitan dengan dugaan upaya pemerasan yang dilakukan Notje Leasa. “ya saya lapor kemarin (Selasa) sore. STPL-nya saya lupa ambil. Tapi jelas saya sudah lapor terkait upaya pemerasan,” singkat dia.

Eksekusi yang dilakukan pihak PN itu dilakukan berdasarkan penetapan PN Ambon tertanggal 06 Desember 2018 dan pemberitahuan eksekusi nomor W 27-U 1/2359/HK.02-/12/2018 tgl 17 Desember 2018 atas putusan MA RI Nomor 575 PK/Pdt/2015 tgl 09 oktober 2017 jo MA RI nomor 1543 K/Pdt/2015 tgl 06 Oktober 2015 jo Putusan PT Ambon nomor 04/Pdt/2015/Pt Ambon tgl 03 maret 2015 jo putusan PN Ambon nomor 08/Pdt.G/2014/PN Ambon tgl 26 Novemver 2014. Para termohon eksekusi, Etty Rasyid Palar, Juliant Palar, Viktor Roni Palar, Irwan Troy Palar dan Putri Astanti Palar. Semenatra pemohon eksekusi di kuasakan kepada Benny Tasikjawa selaku kuasa hukum. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top