Jejak Bentrok Di Kudamati – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jejak Bentrok Di Kudamati

Ambon, ameksOnline.- Kudamati sepanjang tahun 2018 hingga awal 2019, menjadi lokasi yang rawan terjadi bentrokan. Berulangkali bentrokan di daerah itu. Bentrokan terakhir terjadi pada Sabtu 26 Januari 2019 malam.  Tidak ada korban jiwa, namun meresahkan warga sekitar.

Sabtu malam itu terjadi  dua kali kasus bentrok. Pertama pukul 00.10, baku lempar terjadi antara kelompok RT 001 melawan RT 002. Kedua RT ini berada dibawa RW 06.  Sekira Pukul 02.00  terjadi konsentrasi massa di Wanitu. Konsentrasi dapat diredakan sehingga tak terjadi perkelahian.

Di Kudamati, saling lempar bermula ketika terjadi pelemparan rumah Sheri Ferdinandus, warga RT 001. Sampai kemarin belum diketahui siapa pelakunya.  Diduga arah batu berasal dari RT 002. Tak lama, rumah masyarakat RT 002 dihujani batu. Sehingga terjadilah baku lempar.

Aparat yang mengetahui keributan itu, langsung menuju TKP dan meredakan situasi.  “Kondisi dapat diselesaikan polisi.  Penyebabnya tidak tahu. Tiba-tiba saling lempar terjadi,” jelas sumber yang tak mau namanya disebutkan koran ini, Sabtu (26/1).

Sementara di Wainitu, konsentrasi massa antara sekelompok pemuda yang diduga berasal dari Kudamati dengan remaja Belakan Swalayan Planet 2000.  “Konsentrasi massa ini berawal dari masalah pribadi antara dua karyawan PDAM, yang bermukim di Kudamati dan Belakang Planet 2000. Adu mulut ini membuat konsentrasi massa. Namun, cepatnya aparat kepolisian sehingga bisa meredakannya,” jelas sumber.

Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Julkisno Kaisupy mengakui adanya kejadian tersebut. Namun, menurut berhasil diredam kan.  “Situasi aman, saat anggota Polisi turun ke TKP. kondisi aman, dan sudah klir. Kita (Polisi) terus meningkatkan pemahaman agar tidak terjadi keributan di tengah warga lagi,” sebut dia.

Selain Sabtu (26/1), bentrokan, pada tanggal 24 November 2018, terjadi juga saling lempar batu antar dua kelompok pemuda.  Saat itu, satu orang luka dan satu rumah warga rusak.

Bentrokan melibatkan warga di lokasi putar Angkot Kudamati dan Lorong PMI. Dua kelompok warga ini hanya bersebelahan gang di jalan dr. Kayadoe, Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Kuat dugaan, bentrok terjadi akibat dendam lama yang tak kunjung berakhir. Beruntung, aparat kepolisian dan TNI cepat turun tangan meredam dan membubarkan konsentrasi massa.

Pada tanggal 17 Juli 2018, bentrokan juga terjadi di Kudamati. Bentrokan dipicu pemukulan sopir angkot di Kudamati oleh pemuda di Batu Gantong Ganemo.

“Pemicu bentrokan ada sopir angkot jurusan Kudamati dipukul pemuda Batu Gantong Ganemo sehingga konsentrasi massa yang mengakibatkan bentrok,” ujar Kapolres Sutrisno Hadi saat itu.

Selain saling lempar batu, warga melempar potongan besi yang dilontarkan menggunakan katapel. Sementara itu, pelaku pemukulan sudah diamankan polisi. Pelaku juga terindikasi salah satu orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi.

Bentrokan juga terjadi antara pemuda Rumah Tingkat dan Lorong Farmasi di Kudamati, Kecamatan Nusaniwe pada 2 Februari 2018. Bentrokan ini bahkan dimulai sejak 31 Januari 2018 hingga 4 Februari.

Bentrokan awal saat itu terjadi karena perselisihan. Perselisihan ini berunjung saling lempar batu pada tanggal 31 Januari sekitar pukul 02.00. Kemudian berlanjut tanggal 1 dan 2 Februari.

Insiden ini terjadi usai pesta miras.  Kemudian, masih di lokasi yang sama, pada Jumat (2/2), pukul 19.00 pertikaian yang sama kembali terjadi. Antar pemuda saling lempar batu hingga aparat kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan.

Dua hari usai di bentrokan Pemuda Farmasi dan Rumah Tingkat, bentrok juga terjadi di Lorong Sinar dan Lorong SPK, kawasan Kudamati, Minggu 4 Februari  2018 malam. Malam itu dua orang berhasil diidentifikas sebagai provokator yang menseting bentrok di Kudamati.

Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Sutrisno Hadi mengatakan bentrok tersebut sudah direncanakan dengan matang.“Ini bentrok masif, sudah terstruktur. Kami juga sudah kantongi pelaku intelektual yang mendasin bentrok tersebut. Kini sudah mengejarnya,” ujar Sutrisno.

Sebelumnya pada perang batu antar gang kembali pecah, tepat didepan RSUD Haulussy Kudamati. Insiden ini terjadi pada 4 Januari 2018, sekira pukul 04.00 pagi. Dua unit mobil rusak akibat terkena lemparan batu dalam peristiwa itu.

Bentrokan antar sekelompok pemuda dari gang lorong Gereja Sinar dan lorong Kamar Mayat ini untuk kedua kali. Sebelumnya, dua kelompok bertikai ini saling baku hantam pakai batu, tepat malam ganti tahun, empat hari lalu. Belum jelas motif bentrokan itu. Tapi diduga terjadi akibat balas dendam saat bentrokan pertama kali terjadi.(NEL/web)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top