Badai Hantam Namrole dan Ambon – Ambon Ekspres
Berita Utama

Badai Hantam Namrole dan Ambon

Badai yang terjadi di Dobo, Kabupaten Aru, menyebabkan sejumlah pohon tumbang, kemarin. -ist-

Ambon, ameksOnline.- Angin kencang disertai hujan lebat menghantam Namrole, Kabupaten Buru Selatan dan Kota Ambon dalam 24 jam kemarin dan hari ini. Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika mencatat hari ini masih terjadi hujan lebat di wilayah Maluku.

Di Namrole, angina kencang disertai hujan deras.vAngin kencang ini membuat masyarakat Namrole yang sementara braktifitas di luar rumah berusaha mencari perindungan untuk menghindari dampaknya. Atap sejumlah rumah milik masyarakat  di Kota Namrole dan sekitarnya  rusak.

Banyak pohon yang tumbang. Sejumlah tiang kabel listrik milik PLN juga dilaporlan tumbang. Puluhan baleho milik calon anggota legislatif rata  tanah akibat angin kencang. Angin bertiup sekira pukul 22.45.

Akibat angin kencang ini, aktivitas  bongkar muat saat KM Lauzer merapat di Pelabuhan Namrole terhenti. Para penumpang baik yang datang dari Ambon ke Namrole maupun dari Namrole yang akan berangkat ke Bau-Bau Sulawesi Tenggara terhenti.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan KM Lauzer akhirnya keluar meninggalkan pelabuhan untuk mencari perlindungan. Salah satu pegawai kantor pelabuhan Namrole mengatakan Kapal Lauzer tidak bisa bertahan, sehingga keluar meninggalkan pelabuhan Namrole.

” Kapal tidak bisa bertahan dan saat ini sudah keluar pelabuhan Namrole karena ombak besar,” kata pegawai ini. Belum ada informasi resmi BMKG terkait tiupan angin yang kencang tersebut.  Sementara itu informasi yang dihimpun sejumlah masyarkat Kota Namrole kembali berusaha mengungsi karena takut hal-hal yang terjadi.

Sementara itu, sejak pukul 01.30 dini hari tadi angin disertai hujan lebat menerjang Kota Ambon dan sekitarnya. Kondisi ini bertahan hingga pukul 03.00 dini hari. Belum ada laporan kerusakan akibat perubahan cuaca tersebut.

Akibat cuaca buruk itu, larangan berlayar juga dikeluarkan BMKG. Sejumlah kapal tradisional yang akan menuju Pulau Seram dan daerah lain, juga memilih bertahan di Ambon, sambil menunggu cuaca kembali membaik.

Dari laman BMKG, Maluku masuk daerah-daerah yang berpotensi terdampak gelombang tinggi 2,5 meter hingga 4 meter. (EDI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top