Pemkab SBB Kabulkan Tuntutan Warga Nuruwe

by

Ambon, ameksOnline.- Protes warga Nuruwe, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat berbuah hasil. Tuntutan agar rencana pelantikan Hermanus Birahi sebagai Kepala SD Kristen di desa itu, direstui pemerintah. Hermanus akhirnya batal memimpin sekolah tersebut.

Hari ini masyarakat memenuhi janjinya untuk melakukan aksi demo. Aksi demo dilakukan pagi tadi. Sekira pukul 06.00. Para pendemo yang diduga berasal dari Komite sekolah dibantu warga setempat melakukan Pemalangan sekolah. Mereka protes pengangkatan Hermanus Birahi sebagai Kepsek SD Kristen Nuruwe berdasarkan SK Bupati SBB, Mohammad Yasin Payapo yang telah Cacat hukum.

Komite sekolah menggembok depan pintu masuk sekolah. Sekira Pukul 07.00 pihak komite sekolah menolak membuka gembok  pintu gerbang sekolah. Terjadi adu mulut antara orang tua siswa, siswi dengan pihak komite. Namun dapat di reda dengan kehadiran Anggota Polsek kairatu Barat, Babikantibmas, Briptu Adjei dan Babinsa Sertu Yacob. Hadir juga Pejabat desa Nuruwe Julius Tukane. Penyegelan berhasil di buka.

Paska aksi itu, Dinas pendidikan SBB akhirnya mau membatalkan SK penggankatan Pejabat Kepala SD Kristen Nuruwe, yang rencananya akan dilantik hari ini. “Yang apabila tidak dilaksanakan maka akan berakibatkan potensi konflik antar di kedua belah pihak, yakni pihak Ibu Merisa (eks Kepsek) dengan  Hermanus Birahi,” ungkap sumber kepolisian yang diterima koran ini, tadi.

Mereka menudian Bupati SBB, sengaja ingin membuat kekacauan di Nuruwe. Karena Hermanus Birahi sebelumnya sudah menjabat sebagai Kepsek SD itu.  “Dia pernah bermasalah terkait penggunaan dana BOS dan beberapa kali dilaporkan ke pihak berwajib Polres kairatu Barat karena tindak penganiyayaan memukul siswa dia akhirnya dipindahkan ke Desa Samasuru. Herannya, belum satu tahun dia pindah, dia kembali diberikan SK untuk menjadi kepala sekolah lagi,” ujar sumber.

Meirisa akhirnya ditunjuk sebagai pejabat Kepala SD Kristen sementara. “Sampai adanya penganti terhadap Ibu Meirisa yang akan dimutasikan ke Desa Waisarisa sebagai Kepala sekolah sesuai SK Bupati SBB,” kata dia. (NEL)