Bantuan Korban Kebakaran AY Patty Terhenti – Ambon Ekspres
Berita Utama

Bantuan Korban Kebakaran AY Patty Terhenti

Kondisi pengungsi kebakaran di belakang Jalan AY Patty, kini memprihatinkan. Foto ini diambil siang tadi. -Lutfi Heluth-

Ambon, ameksOnline.- Tinggal puing-puing. Rumah mereka telah hangus terbakar. Hidupnya di bawa dua tenda yang diberikan Dinas Sosial Kota Ambon. Kini, tak ada lagi bantuan. Hidup mereka memprihatinkan, terlantar di bawa atap, tanpa ada bantuan hingga saat ini.

Dua tenda itu dijadikan tempat tinggal mereka.  Sejak pagi, suami-suami mereka harus keluar mencari pekerjaan untuk menafkahi hidup keluarga mereka. Anak mereka terlihat senang bermain di pelataran lingkungan kebakaran itu. Ada canda tawa ada juga yang menangis. Kisah kehidupan mereka cukup memprihatinkan.

Mereka butuh uluran tangan. Namun, sampai saat ini tak ada lagi bantuan yang datang. Terakhir mereka diberikan bantuan dari Dinas Sosial. Bantuan itu, hanya cukup tiga hari untuk makanan siap saji. Selanjutnya, tidak ada lagi.

Tadi pagi, Wartawan Harian Ambon Ekspres, Nelson Matinahoruw dan Lutfi Heluth siang tadi mendatangi lokasi tempat tinggal para pengungsi. Didalam tenda itu 5 sampai 7 Kepala Keluarga hidup.

Mereka pas-pasan hidupnya. Disekeliling mereka barang-barang Rumah Tanggal mereka berhamburan di tanah dan tentunya sangat memprihatinkan. Hidup mereka tidak seperti keluarga lain diluar sana.

Warga korban kebakaran di Sedap Malam RT 04 RW 01, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu tak lagi diperhatikan. Mereka harus hidup sendiri, dan berupaya keras untuk membeli kompor dan peralatan masak lainnya.

“Tak ada lagi bantuan. Hidup kita gini saja. Suami kita sudah pergi bekerja sejak pagi. Hanya untuk mengakali hidup kami. Juga untuk beli kompor untuk masak,” kata Ibu Betty Uraplean sambil meneteskan air matanya.

Kisah sedih ibu ini sangat memprihatinkan. Ia mengaku, hingga saat ini tak ada lagi bantuan dari mana pun. Mereka masih berharap uluran tangan dari Pemda. “Kita seperti begini saja. Kita kerja kumpul uang dan berusaha sendiri. Tak ada lagi bantuan,” terang dia.

Hal tragis ini juga dialami Ibu Sarnia Sanmas. Ia mengaku tak ada bantuan lagi, dan berharap ada perhatian dari Pemkot Ambon. “Bantuan mereka terakhir hanya makanan siap jadi dan itu hanya untuk tiga hari dari Dinas Sosial. Sampai saat ini tidak ada lagi. Kami masih mengharapkan bantuan,” sambung Ibu itu sambil menunjukan aktivitas hidup mereka di lokasi kebakaran tesebut.

Kehadiran wartawan Ambon Ekspres direspon baik. Mereka berharap keluh kesahnya didengar Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Kebakaran terjadi pada Selasa, 08 Januari 2018.

Puluhan warga mengais dan mencari harta yang berharga di puing sisa bangunan rumahnya yang hangus terbakar. Dalam kejadian itu, selain tiga bangunan hangus terbakar,juga menewaskan dua anak yakni Bintang (6) dan La Seke (13) yang terjebak dalam pusaran si jago merah.(NEL)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top