3 Orang Ditebas di Rumah “Pembantaian”

by

Ambon, AE.- Tiga orang yang masih kerabat dekat ditebas orang tak dikenal hingga tewas. Mereka ditemukan bersimbah darah dan dalam kondisi mengenaskan di rumah milik Alim Nurlatu di desa Wailikut, Kecamatan Waisama, Buru Selatan. Alim Nurlatu, sebelumnya dipenggal kepalanya hingga tewas pada Oktober 2018 lalu.

Mereka yang tewas, adalah janda almarhum Alim Nurlatu, Irma Saleky (37). Irma sebelumnya, isteri pertama Alim. Isteri kedua, Alim, Nola Latubual. Nola kini masih menjalani hukuman atas persengkokalan pembunuhan terhadap Alim.

Nola berselinguh dengan Siliwai Nurlatu (36). Siliwai yang menjadi otak pembunuhan terhadap Alim. Pembunuhan Alim diketahui bermotif asmara. Siliwai dan Nola belum disidangkan dalam kasus pembunuhan.

Meski demikian, polisi belum menemukan keterkaitan pembunuhan Alim dengan kasus yang batu terjadi pada pukul 18.30, Sabtu 2 Februari 2019 kemarin. Penyelidikan masih terus dilakukan. Mereka menolak menyimpulkan pelaku pembunuhan bermotif dendam.

Selain Irma, pembunuhan di Desa Waelikut, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Fauzan Pontororeng (7)  dan seorang balita (1) juga ikut dia tebas. Ketiganya ditemukan warga bersimbah darah dengan luka yang mengerikan.

Warga pertama kali menemukan Fauzan Pontororeng. Setelah melihat, dilaporkan ke Kepala Desa Waelikut. Mendapat laporan tersebut, kepala Desa Waelikut langsung melaporkan kejadian kepada pihak Polsek Waesama.

Merasa curiga dari jejak korban Fauzan. Warga melihat bercak darah yang mengarah ke rumah Almarhum Alim Nurlatu, kemudian masyarakat datang di rumah Almarhum Alim Nurlatu dan melempari rumah dengan Batu.

Pada saat  itu didapati dua korban korban lain atas nama Irma Seleky dan 1 Balita sudah terkapar dilantai. Saat ramai dengan hujan batu, terlihat pelaku melarikan diri ke Hutan. Namun, pelaku yang dengan kencang lari itu, tak dikenal oleh warga.

Sampai berita ini dinaikan, belum ada keterangan resmi dari kepolisian terkait identitas pelaku, hingga pada motif pembunuhan Sadis itu. (NEL)