Gempa SBT Dipicu Penyesaran Naik

by

Ambon, ameksOnline.- Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika mencatat gempa yang terjadi di Seram Bagian Timur, sore tadi, masuk jenis Dangkal. Gempa ini diakibatkan ada aktivitas North Seram Thrust.

‚ÄúDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas North Seram Thrust,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Karpan Ambon, Sunardi, S.Kom sore tadi kepada ameksOnline .

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang mengguncang laut Seram ini terjadi hari Minggu (3/2) pukul 16.36. Analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan 5.7 M, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 5.4 M.

Menurutnya, hasil analisis jmekanisme sumber menunjukkan, gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault). Dan guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kecamatan Siwalalat II MMI,

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Dan hasil permodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” tandasnya.

Sunardi menambahkan, hingga pukul 17.15, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Dia menghimbau, agar masyarakat sekitar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Warga harus tetap tenang dan pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pesan Sunardi

Menurut dia, episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,22 Lintang Selatan (LS) dan dan 130,78 Bujur Timur (BT)T, atau tepatnya berlokasi di laut. Pada jarak 65 km arah Timur Laut Seram Bagian Timur, Propinsi Maluku, pada kedalaman 40 km. (ISL)