Cinta, Dendam Jadi Alasan Pembunuhan 3 Orang – Ambon Ekspres
Berita Utama

Cinta, Dendam Jadi Alasan Pembunuhan 3 Orang

Ambon, ameksOnline.- Cinta ditolak, hukum bertindak. NN membunuh Irma Saleky, dan dua anak lainnya di Wailikut, Kecamatan Waisama, Buru Selatan. Kepala meraka hampir lepas dari leher akibat tindakan bejat tersangka NN.

Pembunuhan ini berlatar belakang asmara. Cinta NN ditolak Irma. Irma adalah istri pertama dari Almarhum Alim Nurlatu. Alim alias Istiar Nurlatu dihabisi pada Minggu, 28 Oktober 2018, dini hari lalu.

Kepala lelaki 60 tahun itu dipenggal dan dibawa lari Siliwai Nurlatu, selingkuhan Nela Latbual yang adalah istri kedua almarhum.

NN mengutarakan perasaan cintanya buat Irma Seleky (korban). Tapi Irma menolak, dan lebih dekat dengan kakak laki-laki NN, yakni AN.  Selain menolak, korban (Irma) disinyalir marah-marah apabila NN datang ke rumah AN. Bukan hanya itu, persoalan rumah tanggganya yang hancur juga menjadi alasan  lain. Istri NN, telah pergi meninggalkannya. Membuat tersangka MN kembali ke kampung halamannya di Leksula.

Cinta ditolak, dendam istri sebelumnya juga menjadi alasan dibalik pembunuhan . “Pembunuhan inipun telah direncanakan.  Pada Kamis, 31 Januari pukul 15.00 WIT, tersangka mengambil parang dan mengasahnya. Ia mengasahnya juga di rumah AN. NN selama ini inap ditempat tinggal kakaknya itu,”terang Kasubbag Humas Buru, Ipda Dede Syamsi Rifai kepada press, siang tadi.

Perencanaan itu sudah lebih awal. Alat-alat tajam berupa parang telah disiapkan. Hari itu, Sabtu (2/2) tersangka NN bersama IS (keluarga) berada di kamar. NN duduk di tempat tidur. IS keluar dari kamar menuju ruang tamu untuk melihat anaknya, sambil menggendong anak IS, FN yang masih berumur 1 tahun itu juga menjadi korban ganasnya tersangka.

NN kemudian ikut keluar dari kamar  dan memegang parang.   Di ruang tamu, NN mendekati  Irma Seleky, yang sedang menggendong FN dari belakang. Sambil mengeluarkan  parang dari sarung, langsung menebas Irma. FN yang posisinya digenggam Irma, juga ikut kenal tajamnya parang yang diayunkan NN.

Tersangka NN melarikan diri melewati pintu belakang menuju tempat tinggal Abdul Ali Mambo. NN, melihat FP (7), anak dari Ali Mambo, sedang duduk di kursi di teras rumah.Tersangka mendekatinya dan memotong korban di bagian wajah. FP memiliki musuh dengan tersangka NN. Orang Tua FP pernah mengatakan istri tersangka yang tidak benar. Dendam itu memicu korban FP.

NN kemudian melarikan diri ke hutan, Minggu (3/2) pagi. Ia inap di kebun milik kakaknya AN di Dusun Waeula. Di samping kebun itu, ada sungai. NN Kemudian, turun ke sungai untuk membersihkan  darah korban yang masih menempel di parangnya. Tepat pukul 17.00  ditangkap tim Sat Polres Buru dan Polsek setempat.

Tersangka sudah ditangkap dan diamankan di Rutan Mapolres Buru. Akibat perbuatannya, dia diganjar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 c UU RI No. 17 Tahun 2017 Tentang Penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan ke dua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang, sebagaimana telah dirubah dalam UU RI No. 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2003 tentang perlindungan Anak Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Ancaman Hukuman 20 tahun penjara, paling maksimal seumur hidup,”tandas jubir Polres Buru itu. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top