Warga Segel PT Nusa Ina

by

Ambon, ameksOnline.- Sejumlah warga pagi tadi memblokir jalan ke perkebunan kelapa sawit, dusun Siliha, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah. Mereka mengklaim sebagai pemilik lahan.

Pemboikotan yang berlangsung tepat di jalan masuk menuju pabrik PT. Nusa Ina Group itu dikawal ketat oleh polsek Wahai. Aksi pemalangan ini terjadi akibat pihak perusahaan dinilai tidak menjalankan kesepakatan. Sesuai perjanjian perusahaan dan pemilik lahan, akan ada bagi hasil.

Mekanisme pembagian, adalah setelah ada panen, 70 persen akan diambil ke PT. Nusa Ina Group dan 30 persen diserahkan ke pemilik lahan warga adat. “Pihak perusahaan selama ini mengabaikan hak-hak masyarakat adat yang bermitra dengan Perusahaan. Perjanjian bagi hasil tidak tereliasasi dengan baik, kami yang pemilik lahan selama ini telah di rugikan,” Tegas Jakaria Fabanyo selaku pemegang kuasa hak warga.

Warga meminta pihak perusahaan segera membayar hak-hak masyarakat adat yang bermitra, kata dia, jika tidak aksi pemboikotan akan terus dilakukan. Pemblokiran akan dihentikan bila sudah ada jawaban pasti dari pimpinan perusahaan PT. Nusa Ina, Sihar Sitorus terkait pembagian hasil.

“Sebab selama ini Sihar Sitorus sudah berbohong kepada kami beliau berjanji akan membayar bagi hasil panen. Namun hingga saat ini belum merealisasikan janjinya, seharusnya dibayar sesuai janjinya kepada masyarakat padahal kelapa sawit sudah panen sejak 2014,” tegas Jakaria Fabanyo selaku pemegang kuasa hak masyarakat adat. Senin (4/2).

Salah satu pemilik lahan Ahmad Dani Boiratan mengatakan, pihak perusahaan harus segara membayar hak-hak masyarakat adat yang telah bermitra selama ini dan pemilik lahan.

“Kami akan terus menuntut hak kami, kami merasa selama ini di bohongi. Jadi, pemboikotan jalan ini tidak akan kami buka selama perusahan belum merespon tuntutan kami” Tegas Dani.(Upi)