Jaksa Turun ke Ternate

by

Ambon, ameksOnline.- Audit belum kelar. Akhirnya, Zadrak Ayal belum dapat diadili dalam kasus korupsinya. Mantan KTU BPJN Wilayah Maluku dan Malut juga pernah di vonis terbukti korupsi dan dihukum 1,6 tahun penjara.

Kini dia salah satu dari penghuni Hotel Prodeo Lapas Kelas IIA Ambon untuk mempertanggung jawabkan perbuatan korupsi dana Negara dalam proyek pengadaan lahan di Desa Tawiri tahun 2016. Zadrak dijadikan tersangka lagi oleh Kejati.

Zadrak dan temanya Direktur CV Damas Jaya berinisial Achmad Mirza Malaka. Malaka sendiri saat ini juga tersangka di kasus Narkoba oleh Ditnarkoba Polda Maluku. Keduanya ditetapkan tersangka pengadaan speed boat tahun 2016 senilai 4 miliar. Kasusnya masih dalam proses perhitungan kerugian keuangan Negara.

“Proses perhitungan masih jalan. Ini, tim penyidik bersama dengan BPKP lagi ke Ternate untuk melaksanakan perhitungan fisik terhadap speed boat disana. Kan ada dua satu di Ternate, satunya di Maluku,” ungkap Asisten Tindak Pidana Kusus Kejati Maluku, M Roem kepada Ambon Ekspres di pelataran, kantor Kejati Maluku, kemarin.

Menurutnya, audit dilapangan oleh tim auditor dan penyidik merupakan bagian dari kepentingan penghitungan kerugian Negara. “Kami harapkan demikian, lebih cepat lebih baik. Setelah itu, kita upayakan tahap II, kalau hasil hitungan udah kelar,” terang dia.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak me­ngerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1,6 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya. (NEL)