Bos Angin Timur Divonis 3 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Berita Utama

Bos Angin Timur Divonis 3 Tahun Penjara

Ambon, ameksOnline.- Bos toko Angin Timur, Anthonio Liando terdakwa dalam kasus dugaan penyuapan kepala kantor pajak (KPP) Pratama Ambon di vonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon.

Vonis hakim yang diketuai, Pasti Tarigan dibantu, Jenny Tulak, Felix Roni Wuisan, Jefri Septa Sinaga, dan Bendhart Panjaitan masing selaku hakim anggota, sama dengan tuntutan penuntut umum KPK, Darmian yang sebelumnya menuntutnya tiga tahun.

Direktur CV. Angin Timur hadir didampingi tim penasehat hukum yang diketuai, John Kainama. Dia dikawal ketat tiga anggota polisi bersenjata lengkap.

Terlihat tenang menggunakan kemeja batik lengan pendek, Liando pasra mendapatkan putusan hakim selama tiga tahun dipotong masa tahanan . Selain pidana badan, Liando juga dibebankan membayar denda senilai Rp. 150 juta subsider 3 bulan.

“Menyatakan , terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, dan oleh karena menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun,” ucap Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan saat membacakan amar putusannya, yang berlangsung diruang sidang utama Pengadilan Tipikor Ambon, siang tadi.

Dalam amarnya, Majelis Hakim menyebutkan perbuatan terdakwa
Terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dijelaskan, terdakwa Anthonio Liando terbukti telah memberikan uang sebesar Rp. 790 juta kepada La Masikamba yang menjabat selaku kepala KPP pratama Ambon. Dan Sulimin Ratmin selaku analisis atau supervisor pajak pada kantor KPP pratama Ambon.

Pemberian uang sejumlah Rp. 790 juta oleh Anthonio Liando tersebut lanjut penuntut umum, bertujuan agar La Masikamba selaku kepala KPP Pratama Ambon, memberikan potongan pajak kepada terdakwa.

Alhasil atas jasa La Masikamba dan Sulimin Ratmin berhasil mengurangi pajak milik terdakwa. Dimana seharusnya terdakwa Anthonio Liando menyetorkan pajak sebesar Rp. 4 miliard lebih. Akan tetapi berkat jasa La Masikamba dan Sulimin Ratmin, terdakwa hanya membayar pajak sebesar Rp. 1 miliard lebih.

Akibat perbuatan terdakwa itu, negara dirugikan sebesar Rp. 3 miliar lebih. Selain itu juga terdakwa menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp. 1 miliard kepada La Masikamba dan Sulimin Ratmin.

Namun saat itu terdakwa baru memberikan uang sebesar Rp. 790 juta kepada La Masikamba dan Sulimin Ratmin. Lantaran ketiganya tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

selain menuntut agar terdakwa Anthonio Liando dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun. Penuntut umum juga menuntut agar terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp. 150 juta subsider 3 bulan penjara.

Usai pembacaan putusan, terdakwa melalui tim penasehat hukumnya menyatakan menerima putusan. Sidang pun ditutup. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top