Demo Berlanjut, Satu Dipukul 5 Ditahan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Demo Berlanjut, Satu Dipukul 5 Ditahan

Ambon, ameksOnline.- Aksi mahasiswa   yang tergabung dalam OKP, BEM, DPMF, Majelis Talim, Komunitas, dan Paguyuban Se-Kota Ambon berlanjut dengan penalangan jalan di poros utama Batu Merah, Jalan Sultan Hasanuddin sekira pukul 11.30.  Sejumlah orang terpaksa ditangkap polisi.

Sebelumnya pagi sekira pukul 10.00 massa lebih awal menggelar aksi di Pengadilan Negeri Ambon. Mereka menuntut pembatalan eksekusi atas lahan yang ditempati  UD Amin dan Yayasan Nurul Ichlas.

Akibat Pemalangan jalan itu, akses kendaraan macet cukup panjang. Polisi disibukan untuk mengamankan suasana serta mengatur jalannya lalu lintas.

Selain macet, para pendemo juga di hadang Polisi. Sopir mereka yang memuat sound sistem diintimidasi. Sementara, Hidayat Warawara salah satu orator dipukul oleh oknoum Polisi dan akhirnya pingsan. Dia dievakuasi ke Kantor Desa Batu Merah untuk mendapatkan perawatan.

Sementara, Amsir Renoat, Abubakar Renhuat, Sharil Souwakil, Aldi Souwakil dan Abdul Solissa diamankan di Polres P Ambon dan Pp Lease.

Korlap pendemo, Libren kepada Ameks online di TKP menyebutkan, aksi lanjutan ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap pihak pengadilan yang tidak mengabulkan tuntutan merek. “Kita kembali dan melakukan aksi, bentuk kekecewaan terhadap pihak PN. Salah satu orator kami dipukul, 5 ditahan,” singkat dia dengan lantang.

Mereka menuding, Marthen Hentiana dengan rakus dan piciknya mebuat sertifikat diatas sertifikat. Marthen mampu mengeluarkan sertifikat tanah seluas kurang lebih 5700 meter persegi  di wilayah dati Tomalahu. Pengajuan sertifikat tersebut hanya  dalam waktu satu hari sudah kelar.

Pada tahun 2004 ahli waris Nurlette telah mengajukan permohonan eksekusi belum dikabulkan. Justeru putusan milik Marthen Hentiana yang baru saja berperkara ditahun 2012, permohonan eksekusinya dikabulkan didalam objek yang sama persis oleh Pengadilan Negeri Ambon. (NEL)

Most Popular

To Top