Alasan Keamanan, Eksekusi UD Amin Ditunda – Ambon Ekspres
Berita Utama

Alasan Keamanan, Eksekusi UD Amin Ditunda

Ambon, ameksOnline.-Kondisi keamanan yang menjadi alasan penundaan eksekusi lahan di lokasi UD Amin. Eksekusi rencananya berlangsung pagi ini, Selasa (12/2) oleh pihak Pengadilan Negeri (PN) Ambon.  Lahan itu seluas 5727 meter persegi itu kini menjadi milik Marthen Hentiana pengusaha kaya asal Jakarta.

Pantauan Ameks Online di objek Eksekusi yang terletak di, Kebun Cengkeh pagi tadi, suasana terlihat tenang. Alat berat Eksavator sudah di tempat. Namun, tidak berselang lama, kurang lebih 10 menit mobil yang disiapkan pihak pemohon eksekusi itu, akhirnya kembali.

Informasi yang dihimpun Ameks Online dilapangan, batalnya eksekusi lantaran tidak ada jaminan keamanan. Instruksi Kapolda Maluku, Irjen Royke Lomuwa membatalkan hal itu. “Instruksi Kapolda, eksekusi dipending dulu. Alasanya, ada pesan singkat yang masuk ke HP-nya Kapolda, yang berisi Nurdin Fatah tokoh berpengaruh dan sangat di hormati. Dan dia mempunyai pasukan,” kata kuasa hukum Pemohon Eksekusi, Munir Kairoti kepada Ameks Online di PN Ambon, pagi tadi.

Nurdin Fatah ini, kini berstatus terpidana dan sementara menjalani hukuman di Lapas Kelas IIA Ambon akibat penyalahgunaan kasus tambang Cinabar. Meski di dalam jeruji besi, Nurdin dikatakan punya pengaruh.

“Kita ikuti saja. Karena ini hanya pending. Kalau dia (Nurdin Fatah) tokoh kenapa harus berurusan dengan hukum dan pantas di penjara. Kami minta kepada pihak kepolisian untuk lebih objektif,” tandas dia.

Ia harapkan, proses penegakan Hukum tidak harus terprovokasi dengan hal-hal diluar dari konteks penegakan hukum. “Kalau tidak puas silakan gugat. Yang jelas eksekusi tetap jalan, dan patut dihargai hukum yang berlaku,” pintah dia.

Lahan luas 5.727 meter persegi serta memiliki batas dengan tanah negara baik pada arah utara, selatan, barat dan timur.

Dimana, eksekusi dimaksud sesuai keputusan Mahkamah Agung RI, hingga peninjuan kembali atas permohonan gugatan oleh Marten Hentiana. Nurdin Nurlete (44) dan Hj Nurdin Fatah (49), sebagai pihak termohon eksekusi.

Proses eksekusi sudah berapa kali dibatalkan. Alasanya, tidak ada jaminan kepolisian. Senin, (11/2) Mahasiswa bersama Saniri Negeri Batu Merah menggelar aksi di PN Ambon. Tak hanya di Pengadilan. Aksi itu berlanjut hingga ke Batu Merah dan berkunjung bentrok. Satu dari para pendemo itu, di pukul hingga pingsan oleh Oknum Anggota Polisi. (NEL)

Most Popular

To Top