50 Hingga 100 Tahun Lagi Tsunami di Ambon

by

Ambon, ameksOnline.- Upaya pengurangan resiko bencana atau mitigasi bencana, akan dimasukan dalam kurikulum pendidikan secara nasional. Mengingat, banyak daerah yang rawan bencana gempabumi dan tsunami di Indonesia, termasuk kota Ambon.

Hal ini dipertegas oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy, usai membuka rapat Kerja VI LPPD Kota Ambon 2019, di Ambon, Rabu (13/2). Menurutnya, upaya tersebut merupakan bentuk antisipasi bencana, jika terjadi. Baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.

“Nanti semuanya akan dijelaskan oleh Kepala BNPB Doni Monardo, saat berkunjung ke kota Ambon nanti. Karena mitigasi bencana akan masuk dalam kurikulum pendidikan, dan itu sesuai instruksi presiden,” terang Richard.

Ketua DPD I Golkar kota Ambon ini mengaku, dari hasil pertemuan bersama Kepala BNPB, telah dijelaskan bahwa Kota Ambon diperkirakan akan dilanda tsunami pada 50 hingga 100 tahun kemudian.

Karena itu, perlu diantisipasi dari sekarang lewat edukasi penanggulangan bencana yang akan disosialisasikan langsung oleh kepala BNPB bersama tim pakar tsunami saat berkunjung ke kota Ambon.

“Minggu ke dua bulan Maret, saya sudah koordonasi dengan BNPB agar beliau (Doni Monardo) datang rapat koordinasi dengan semua stakeholder. Kemudian menjelaskan bagaimana ancaman bencana bagi Ambon. Karena dulu sesuai hasil penelitian, kota Palu diprediksikan akan dilanda tsunami tahun 2000. Tapi justru terjadi di tahun 2018,” ungkapnya.

Dikatakan, sambil menunggu mitigasi bencana dimasukan dalam kurikulum pendidikan, sosialisasi edukasi penanggulangan bencana sangat penting dilalukan.

Sehingga dengan kehadiran Kepala BMPB bersama para pakar tsunami, Pemerintah kota Ambon akan melibatkan seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Agar seluruhnya bisa mengetahui langkah apa yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana gempabumi hingga yang berpotensi tsunami.

“Kota Ambon pernah dilanda tsunami di kawasan Galala. Makanya mitigasi kebencanaan sangat penting dan harus diantisipasi. Jadi seluruh pihak akan kita libatkan, termasuk RT/RW. Karena sosialisasi ini dalam jumlah yang besar,” tutupnya. (ISL)