Demo Ricuh di Baileo Tulehu

by

Ambon, ameksOnline.- Aksi demo dilakukan sejumlah warga Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku. Aksi dilakukan sejak pukul  08.30 Wit pagi tadi, bertempat di Baileo Negeri Tuleuhu.

Aksi itu dilakukan sekelompok kecil dari mata rumah parentah garis lurus Raja Negeri Tulehu. Aksi yang dipimpin Haris Ohorella. Aksi  itu cukup  ramai, dikawal anggota Polsek Salahutu. Mereka menuntut penjabat Desa , segera memproses hukum M Ikbal Kotta dan Said Lestaluhu yang telah mengatasnamakan Saniri idi Negeri Tuleuhu, untuk melakukan kegiatan-kegiatan ilegal.

Aksi itu jadi perhatian warga. Ramai di depan rumah Adat Tulehu atau disebut Baileo, sempat ricuh. Saling cek-cok terjadi disana, antara kubu pendemo dengan pihak Saniri Negeri yang diklaim tidak sah. Mereka resah atas pengawalan kepolisian.

Dalam pernyataan sikap, para pendemo itu menjelaskan, masa jabatan Saniri Negeri di bawah kepimpinan M Umarella telah usai sejak 16 Mei 2018 berdasarkan SK Bupati Malteng Nomor 140-237 tahun 2012. Kelompok yang mengatas namakan Saniri Negeri dibawa kepimpinan M Ikbal Kotta dan Said Lestaluhu adalah tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum .

“Sehingga, rencana pengukuhan Raja Defenitif oleh Saniri ilegal atau tidak sah adalah perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan aturan di Negeri Tulehu,” tegas Ohorella melalui rilies yang diterima Ameks Online, pagi tadi.

Oleh karena itu, dia meminta  Penjabat Desa Tulehu  segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menghentikan setiap kegiatan apapun yang terjadi dalam Negeri Tulehu atas perintah Saniri Negeri Tulehu ilegal (Kotta-Lestaluhu).

“Mereka dengan sengaja telah melakukan penghasutan di depan umum atau masyarakat Negeri Tulehu untuk menantang  perintah Perda Kabupaten Malteng,” tandas Ohorella.

Aksi hingga saat ini, masih terus berlanjut. Pihak Ohorella selaku mata rumah parentah garis lurus Raja Negeri Tulehu terus memperjuangkan hak adat, yang selama ini sudah menjadi tradisi dari Negeri adat disana. (NEL)