BKSD Sulit Menangkap Buaya

by

Ambon, ameksOnline.- Tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Ambon sampai saat ini masih terus melakukan pemantauan terhadap keberadaan buaya yang muncul di beberapa tempat di Kota Ambon. Buaya-Buaya itu, sulit ditangkap. Karena, liar saat melihat warga disekitarnya.

Kemunculannya pertama kali diketahui sebulan lalu. Saat itu di Gorong-gorong, dekat Kantor Pelindo, Jalan Jos Soedarso, Pelabuhan Besar. Namun tim BKSDA saat melakukan pemantuan tidak menemukannya.

Dua hari  berturut (Rabu dan Kamis)pekan ini, warga melihat langsung buaya di Gorong-Gorong samping Ambon Plaza. Jaraknya tak jauh dari lokasi pemunculan pertama, namun masih satu saluran Gorong-gorong. BKSDA masih terus melakukan pemantauan untuk menangkapnya.

“Tidak ada orang yang mau masuk ke gorong-gorong. Karena sulit, untuk masuk dan kondisi gorong-gorong sangat kotor dengan pembuangan kotoran, sehingga  tidak ada orang yang mau masuk,” ungkap Kepala BKSDA Resort Ambon, Djunaidi Sam kepada Ameks Online via whatshapnya, siang tadi.

Tim masih terus melakukan pantauan. Ada tiga titik yang menjadi lokasi pemantauan yakni, depan kantor Ambon Ekspres. Di titik ini kerap muncul buaya. Tim juga langsung memantau di lokasi pembuangan akhir di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.

“Berdasarkan info masyarakat yang valid dan ada fotonya ada 2 ekor dengan ukuran yang 1 sekitar 1 meter dan 1 berukuran 40 cm,” kata dia.

Menurut Kepala BKSDA Resort Pulau Ambon, Djunaidi Sam, mereka akan memancing dengan mengunakan kail khusus. Umpannya daging sapi yang sudah membusuk. Pancingan dilakukan dibeberapa titik munculnya buaya tersebut.

“Penangkapan terus dilanjutkan, meskipun buayanya belum membahayakan. Karena, buaya masih kecil dan setiap melihat orang selalu lari, namun meresahkan warga,” terang dia.

Sebelumnya di Amahai, Maluku Tengah seekor buaya memangsa nelayan dua pekan lalu. Di hari yang hampir bersamaan di Maluku Barat Daya juga buaya memangsa seorang nelayan. (NEL)