“Kejamnya” Perairan Maluku

by

Ambon, ameksOnline.- Melaut sejak Kamis, (14/2), Nelson Keilola belum juga kembali. Keluarga panik dan melaporkan ke SAR Ambon. Hasilnya, Sampai siang ini Nelson belum juga ditemukan. Diduga hilang saat melaut di perairan Selatan Ambon menggunakan longboat.

Istrinya, Ina Kailola melaporkan ke SAR Ambon, dan sampai saat ini tim SAR masih melakukan pencarian. Nelson belum.juga ditemukan.  “Istrinya melaporkan bahwa suaminya  pada tanggal (14/2), pukul  01.00 pergi melaut di perairan Selatan Ambon. Namun sampai dengan pagi ini (Jumat 15 Februari 2019) belum kembali,” ujar Kepala SAR Ambon, Muslimin kepada press di Ambon, pagi tadi.

Dari data mengenai kondisi cuaca  saat nelayan tersebut melaut kata Muslimin, Angin, Barat – Utara, 2 – 15 Knot dan tinggi gelombang, 0.1 – 1 Meter. “Saat ini  team rescue Kansar Ambon menggunakan RIB 01 Ambon beserta unsur potensi SAR menuju lokasi pencarian juga dibantu masyarakat setempat,” tandas Muslimin.

Proses pencarian akan terus dilakukan. Tim SAR terus melakukan pengusiran diseputaran laut Selatan Ambon. “Mudah-madahan nelayan itu segera kita temukan. Kita harapkan kepada pihak keluarga untuk bersabar, serahkan kepada kami. Kita akan maksimal melakukan pencarian terhadap korban,” terang dia.

Sepanjang empat bulan terakhir sejumlah nelayan hilang di perairan Maluku. Ada yang ditemukan, juga tak ditemukan. Pada 4 November 2018 lalu, nelayan KM Ingka Mina 976 yang dinyatakan hilang selama 3 hari di perairan Pulau Suanggi, Maluku ditemukan selamat.

Para nelayan ditemukan setelah nahkoda kapal dapat menghubungi kantor Basarnas Ambon. Mereka ditemukan selamat. Dan dievakuasi ke darat. Dalam kapal tersebut ada 11 nelayan. Satu orang dalam keadaan sakit.

Pada 14 Desember 2018,  Parman Tuasamu (40) sempat hilang di Desa Oma, Kecamatan Pulau Haruku, Maluku Tengah. Dia berangkat melaut menggunakan longboat, dari Desa Tial, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Longboat Parman ditemukan nelayan Aboru, Kecamatan Pulau Haruku dalam keadaan kosong.

Tanggal 2 Februari 2019, dua nelayan yang dilaporkan hilang di laut Seram, Maluku. Namun mereka akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR gabungan, Sabtu malam (2/2/2019). Kepala Kantor SAR Ambon Muslimin kepada mengatakan kedua nelayan yakni Haerudin Rumadai (43) dan Abu Bin Lahmar (42) ditemukan di perairan Teluk Waru setelah tim SAR menyisir perairan tersebut, sejak pagi tadi.

Sebelumnya pada tanggal 29 Januari 2019, seorang nelayan di Maluku Tenggara Barat, Alakam Fase (37), dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan Pulau Nuskese. Fase pergi melaut sejak dua hari. Tim SAR yang dikerahkan untuk mencari korban sebelumnya menggunakan truk rescue menuju Desa Olilit, selanjutnya tim menggunakan rubber boat untuk mencari keberadaan korban.

Rauf Kabakoran (70) hilang di sekitar perairan Desa Tayandu, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) saat melaut. Rauf dilakukan hilang pada 4 Januari 2019. Warga telah menemukan perahu milik Rauf, namun Rauf tidak ditemukan.

Pada 5 Desember 2018, Jamal (71) beserta 29 Nelayan asal Namlea bertolak ke dari Kampung Baru Desa Laha, Kota Ambon menuju Namlea. Mereka menggunakan 21 longboat. Sampai di Namlea, hanya 20 longboat yang tiba dengan selamat. Sementar Jamal dengan longboatnya hilang. (NEL)