Pelabuhan Feri, Stimulan Ekonomi 2 Wilayah – Ambon Ekspres
Daerah

Pelabuhan Feri, Stimulan Ekonomi 2 Wilayah

Jufri Pattilouw

Ambon, ameksOnline.- Pertumbuhan ekonomi wilayah Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat  harus didukung dengan percepatan pembangunan. Salah satunya pembangunan fisik. Tahun ini pemerintah berencana membangun pelabuhan feri, dan pembangunan infrastruktur jalan yang memadai.

Untuk pelabuhan feri terkendala lahan. Lahan di persinggahan Huamual, tak dipersoalkan. Sengketa justeru terjadi di lahan Tehoku, Desa Hila, Kabupaten Maluku Tengah. Sampai saat ini tak ada solusi atas penyelesaian masalah tersebut.

Pemerintah pusat kemudian menghentikan sementara rencana pembangunan dermaga feri di dua lokasi berbeda. Dua lokasi ini akan menghubungkan wilayah Kecamatan Leihitu dan Kecamatan Huamual. Keterhubungan dua wilayah ini bisa menjadi stimulan atau pemicu bangkitanya ekonomi dua wilayah.

Pemuda Huamual asal Negeri Luhu, Farham Suneth kepada Ameks Online berharap pemerintah tak lagi menunda pembangunan dermaga feri.  Jalur penyeberangan kapal feri dari wilayah Huamual ke Jazirah Leihitu, demikian juga sebaliknya akan berdampak langsung terhadap perekonomian dua wilayah ini.

Persoalan lahan di Tahoku, kata, masalah terpisah. Dia hanya berharap, diselesaikan dengan cara kekeluargaan. “Demi mewujudkan pertumbuhan perekonomian di wilayah Huamual-Leihitu, maka kedua pemerintah daerah dua kabupaten segera mencari solusi untuk menuntaskan sengketa lahan di Tahoku,” tegas Farham.

Dia membeberkan, wilayah Huamual dan sekitarnya kaya akan sumber daya alam seperti, cengkeh, pala, coklat, kopra dan lain-lain. Jika pemerintah dapat menyikapi problem ini,  maka pertumbuhan di kedua wilayah ini akan berkembang.

Pengamat ekonomi universitas  Pattimura Ambon, Jufri Pattilouw menilai dengan diaktifkan jalur fery maka akan berdampak besar bagi percepatan dan perluasan ekonomi di kawasan Huamual dan sekitarnya.  Konektivitas ekonomi antar wilayah di kawasan Huamual maupun ke pusat-pusat pertumbuhan di luar Huamual terutama Ambon, tentu akan meningkat.

“Peningkatan ekonomi yang memadai ditandai dengan makin tingginya mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang/jasa antar wilayah,” kata Pattilouw.

Dia membeberkan, produk-produk berbasis potensi sumberdaya lokal yang diproduksi masyarakat di kawasan tersebut, akan mendapatkan saluran distribusi jauh lebih optimal dan efisien. Sehingga hal tersebut pada gilirannya semakin mendorong pergerakan roda perekonomian dan investasi.

Selain itu, kata dia, multiplier effect tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Huamual, tapi akan menyebar (spread effect) ke wilayah-wilayah sekitarnya, seperti Taniwel, Seram Barat, serta wilayah lainnya yang memiliki keterkaitan ekonomi dan jalur distribusi yang relevan.

“Selain jalur Waipirit-Hunimua, jalur Huamual-Leihitu akan menjadi jalur distribusi alternatif bahkan akan menjadi jalur yang sangat strategis, mengingat posisinya yang cukup strategis dikarenakan faktor  tingginya mobilitas penduduk, serta besarnya kandungan SDA di kawasan-kawasan yang menjadi jangkauannya,” jelasnya.

Meski demikian, ada catatan penting yang harus dipenuhi yakni  pertama, keberadaan pelabuhan feri mutlak harus diikuti oleh sistem layanan kepelabuhanan yang professional. Diikuti peningkatan jaringan transportasi darat lingkar Huamual yang memadai.

Pelabuhan, kata dia, bukan tujuan akhir dari sebuah proses distribusi, melainkan hanyalah tempat transit. ” Pelabuhan feri bukan tujuan akhir. Karena itu, modal transportasi daratlah yang akan berperan,” pungkasnya.

Kedua, infrastruktur dasar lainnya juga harus ditingkatkan di kawasan Huamual dan sekitarnya seperti listrik, air bersih, energi, Infokom, sosial, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Hal ini untuk menunjang kegiatan ekonomi dan investasi pada kawasan Huamual dan sekitarnya.

Ketiga, perlu ada penguatan SDM dan kelembagaan ekonomi masyarakat agar keterbukaan ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi peningkatan nilai tambah serta kesejahteraannya.

” Peningkatan ekonomi antar wilayah tak hanya berorientasi pada pelabuhan feri, melainkan pembuatan SDM dan kelembagaan ekonomi masyarakat agar keterbukaan ekonomi yang tercipta dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi peningkatan nilai tambah serta kesejahteraannya,” pungkasnya. (AKS)

 

 

Most Popular

To Top