KPK Beber Nama Lain Penyuap La Masikamba – Ambon Ekspres
Berita Utama

KPK Beber Nama Lain Penyuap La Masikamba

Ambon, ameksOnline.– Komisi Pemberantasan Korupsi masih menelusuri aliran dana sebesar Rp7,8 miliar yang diduga diterima La Masikamba. Sampai saat ini, KPK belum berhasil mengungkap dimana uang sebanyak itu diendapkan oleh mantan Kepala KPP Pratama Ambon ini.
La Masikamba terjerat operasi tangkap tangan Oktober tahun lalu. Dia ditangkap bersama bos Angin Timur, Anthony Liando. Setelah keduanya ditangkap, KPK bergerak meringkus Sulimin Ratmin. Sulimin, anak buah La Masikamba.
Bos Angin Timur sudah divonis bersalah, dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara. Dia terbukti menyuap La Masikamba dan Sulimin sebesar Rp670 juta. Tujuannya, ada keringanan dalam membayar pajak. Negara lalu dirugikan, La Masikamba dan Sulimin justeru beruntung.
Dalam sidang kemarin yang menghadirkan dua terdakwa La Masikamba dan Sulimin Ratmin, Jaksa Penuntut Umum KPK juga mengungkapkan, empat nama yang ikut menyuapkan La Masikamba dan Sulimin Ratmin.
Mereka, adalah Bob Tanizaal, Oei Winardy Jefry, Jonny de Quelju, dan Mece Tanihatu. Selain itu, ada nama lain yang masih disimpan oleh KPK. Salah satunya pemilik Toko Aneka Motor. “Semuanya akan diperiksa,” kata sumber di KPK kepada ameksOnline.
Dana hasil suap sebesar Rp. 7.475.950.000, ditampung pada rekening bank Mandiri nomor 1520015265693 atas nama Muhamad Said. Dana ini diterima bertahap.  Pada penerimaan tahun 2016 seluruhnya berjumlah Rp. 1.401.700.000 yang diterima La Masikamba.
Pada tahun 2017, total penerimaan suap yang diterima terdakwa La Masikamba sebesar Rp.4.479.250.000. Sementara di tahun 2018, La Masikamba kembali menerima Rp. 1.595.000.000.
KPK juga menemukan, dalam kurun waktu antara 22 Februari 2018 hingga 28 September 2018, La Masikamba memerintahkan Akmal dan Jubaida Kadir menyetorkan uang sejumlah Rp.406 juta. Dana itu disetorkan ke rekening milik seseorang bernama Sukarno.
Selain Lima nama ini, 12 perusahaan yang diperintahkan Direktorat Pajak Kementerian Keuangan untuk diperiksa oleh Kantor KPP Ambon. Perusahaan itu, adalah Tampa Bula (Bos Hotel Amans dan Santika Hotel), Andreas Intan alias KiM Fui (Bos Toko Liang), Bos Swalayan Alfa/Makro, Rajalabis, Shanahan Alfred (Bos Dian Pertiwi), Suryanto L (Bos Indo Jaya), Hengki Priwanto alias Wani, Jhon Tuhuteru (Bos Toko 51), Loa Natalia, Hong Hartono Honganda, Sotan Angkilando Robin (Bos Toko Sukamaju), dan Andi Wibawa.
Jaksa KPK, Feby Dwiyandospendy yang dikonfirmasi ameksOnline di PN Ambon mengatakan, mengenai proses hukum terhadap Muhammad Said dalam kasus OTT ini masih sebatas saksi.
” Jadi, sesuai dengan pantauan jaksa KPK Muhammad Said masih sebatas saksi. Namun untuk mengalihkan status dari saksi ke tersangka tergantung fakta-fakta yang terungkap di persidangan nanti,” kata Feby.
Dia membeberkan, Muhammad Said merupakan saksi kunci dalam kasus suap pajak yang menjerat tiga terdakwa yakni, Anthony Liando, La Masikamba dan Sukimin Ratmin sehingga wajib hukumnya memberikan kesaksian di persidangan. (TIM)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top