Aksi Mahasiswa Kembali Ricuh – Ambon Ekspres
Berita Utama

Aksi Mahasiswa Kembali Ricuh

Aksi mahasiswa di depan Gong Perdamaian berakhir ricuh, siang tadi.-Nelson-

Ambon, ameksOnline.- Aksi demo mahasiswa berakhir ricuh. Aksi yang dilakukan  siang tadi sekira pukul 11.00 Wit di titik Gong Perdamaian (GP) Dunia. Aksi puluhan mahasiswa yang membawa bendera HMI itu  rusuh.

Bentrok Polisi dan Mahasiswa terjadi. Saling serang, hingga diamankan dua pendemo di Polsek Sirimau, Ambon. Para pendemo ini melakukan aksi terkait dengan eksekusi lahan UD Amin di Jalan Kebingungan Cengkih, Sirimau Ambon.

Aksi itu berjalan dikawal anggota Polisi. Mereka menuntut untuk Ketua PN dicopot, dan Kapolda Maluku untuk dicopot dari jabatannya.

“Copot Kapolda Maluku karena terindikasi terlibat praktek mafia tanah dan harus bertanggung jawab terhadap pemukulan yang di lakukan anggotanya,” ujar salah satu orator aksi, saat menaikan oratornya, siang tadi.

Mereka mengingatkan untuk tidak dilakukan eksekusi diatas lahan yang berdiri mesjid dan pesantren.  “Pak Kapolda dimana nurani anda sebagai umat beragama,” kata orator lainnya.

Terkait aksi ini, mereka mengaku, Kompolnas telah melakukan investigasi atas tindakan polisi. “Kompolnas telah turun. Kami akan turun mempertegas hasil investigasi kompolnas dan kami sudah menyiapkan bukti yang akan di bawa ke Mabes Polri,” sebut mereka sambil ditarik polisi dan diamankan pihak Kepolisian di Polsek setempat.

Aksi mereka berlanjut ke kantor PN Ambon. Disana mereka berteriak, untuk mencopot ketua PN Ambon. “Copot ketua PN,” teriak orator.

Disana mereka mempertanyakan, permohonan ekseskusi yang diajukan Nurdin Nurlette. Sampai siang tadi, eksekusi tak kunjung di jalankan. Sedangkan sertifikat palsu yang dikeluarkan oleh BPN atas nama Desa Tantui (tak pernah ada), justeru dikedepankan.

Dengan sertifikat palsu itu, kata mereka, Marthen Hentiana, menang di pengadilan Negeri Ambon. Terhadap fakta hukum ini, Kenapa Bapak Kapolda Maluku dan Bapak Kapolres P Ambon dan PP Lease , tetap mengawal proses eksekusi.

“Copot Kapolda, copot Ketua PN Ambon,” saat ini aksi masih terus berjalan .

Sebelumnya dalam aksi serupa yang digelar pekan lalu di depan Desa Batu Merah terjadi kericuhan. Seorang mahasiswa dipukul babak belur oleh polisi. (NEL/MG4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top