Polisi Perketat Pengamanan di Ambon – Ambon Ekspres
Berita Utama

Polisi Perketat Pengamanan di Ambon

Reruntuhan bekas pembakaran bentrokan Latu-Hualoy kemarin.-Ist-

Ambon, ameksOnline.- Kondisi dua desa berkonflik Konflik Latu dan Hualoy sudah normal. Akses jalan di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, juga sudah normal.  Namun aparat keamanan dari  TNI-Polri masih berjaga-jaga dengan menggunakan senjata lengkap hingga pagi tadi.

Sementara di Ambon, yang menjadi titik awal konflik terjadi, juga diantisipasi dampaknya. “Prinsipnya, situasi saat ini sudah mulai aman. Polisi dibantu aparat TNI, tentunya terus meningkatkan keamanan. Termasuk di Kota Ambon, terus tingkatkan keamanan,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat kepada Ameks Online, kemarin.

Roem menepis, konflik yang terjadi antara Desa Latu dan Hualoy akibat dari tidak seriusnya penangan kasus pengeroyokan  warga Hualoy di Stain, Kecamatan Sirimau, Ambon akhir Dsember 2018 lalu. Kejadian itu diduga dilakukan oleh oknum warga Latu.

“Memang kasus ini berawal dari akhir tahun 2018 dan awal 2019, dimana saat itu terjadi penganiayaan terhadap salah satui warga dari Hualoy yang diduga dilakukan oknum, pemuda Latu. Kemudian  smerembet ke kedua Desa. Kami akan tuntaskan kasus tersebut. Jangan terpancing dnegan isu-isu dan terprovokasi  yang akibatnya merusak hidup orang basudara,” ujar Roem.

wakapolres P Ambon dan Pp Lease, Kompol Ferry Mulayana juga ikut menyuarakan perdamaian disana. Menurut dia, proses penanganan kasus penganiayaan terhadap warga Hualoy saat ini masih dalam proses penyelidikan, dan akan dituntaskan.

“Serahkan kepada kami, saat ini sudah ada dua pelaku yang dikantongi. Namun, masih penyeldikan. Oleh karena itu, saya berharap, masyarakt tidak terprovokasi dan terus meningkatkan keamanan disana. Jangan terpancing, percayakan kepada Polisi,” kata Ferry.

Bentrok kemarin terjadi di dua desa itu. Mereka saling serang, bunyi senjata, hingga bom rakitan yang mewarnai kedua kampung tersbeut. Termasuk, Desa Tumalehu yang berada di dekat Desa Hualoy.

Aksi serang itu mengakibatkan, 1 tewas dan tiga lainya luka-luka akibat tembakan, mauppun percikan bom rakitan. Para korban luka itu saat ini, sementara dalam perawatan medis di RS Piru, Kabupaten setempat.

Aksi serang itu terjadi, sekira pukul 04.30 Wit. Terdengar bunyi ledakan bom rakitan berulang kali, dan bunyi tembakan sejata organik sebanyak 5 kali dari perkampungan Desa Latu, yang mengakibatkan terjadinya kosentrasi masa di Desa Latu.

Kemudian sekitar Pukul 06.30 WIT terdengar kembali bunyi ledakan Bom dari arah perbatasan Desa Latu dan Tumalehu yang mengakibatkan kosentrasi masa di kedua desa dan terjadi penyerangan antara kedua Desa.

Jubair Riring (30) tertembak di bagian dada kanan, Hamdan Patty (37) terkena letusan bom rakitan di tanggan kanan, Tahir Patty luka tembak pada perut. sementarasatu korban lainya, belum Taher Pellu (58) tahun meninggal dunia setelah ditembak dan dibakar didepan SD 1 dan 2 Hualoy. aat ini korban sudah langsung di makamkan.

Selain korban jiwa, akibat dari bentrok dua kampung bersaudara itu membuat, 1 Unit Gedung SD Negeri 1 Hualoy, SD Negeri 2 Hualoy, 2unit Perumahan Guru dan 1 unit gedung SMP Negeri 11 Kairatu hangyus terbakar akibat ledakan Bom Rakitan. selain itu, rumah milik Bapak Hambah Manuputy, Mansur Manuputy, Mansun Manuputy, juga terkena imbas amukan warga dan mengalami rusak ringan maupun berat.

Bentrok Desa bertetangga itu kini mulai meredam. Pihak kepolisian terus melakukan penanganan pasca kejadian, kemarin. Selain pengaman di lokasi kejadian yang berada di Kecamatan, Amalatu Kabupaten SBB, pihak Kepolisian juga melakikan intensitas pengaman di Kota Ambon, khususunya daerah Stain, Kecamatan Sirimau, Ambon. (NEL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top