Tiga Kali Nusa Ina Disegel Warga

by

Ambon, ameksOnline.-Pasca pemboikotan jalan menuju pabrik PT. Nusa Ina di dusun Siliha, Kecamatan Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah pekan lalu , kini warga kembali memboikot seluruh pintu masuk ke area perkebunan sawit pagi ini.

Pemboikotan ini berlangsung akibat tidak adanya respon dari Sihar sitorus pimpinan PT. Nusa Ina untuk membayar seluruh hak mitra masyarakat. Perusahaan beralasan, kepemilikan lahan warga adalah tumpang tindih. Padahal semua lahan tersebut sudah memiliki sertifikat.

“Alasan Sitorus memang keliru, kok lahan tumpang tindih. Tapi kenapa akte tanah bisa di buat, inikan proses pembodohan terhadap kami”. Tegas Jakaria Fabanyo pemegang kuasa.

Menurut dia, sudah berulang kali mediasi bersama kapolsek, Danramil Kecamatan Seram Utara beserta pihak yang bermitra, namum tindakan ini sama sekali tidak disikapi oleh perusahaan. Pihak perusahaan tetap bertahan tidak membayar.

Jadi aksi pemalangan lanjutan ini adalah, bentuk kekecewaan warga yang merasa di permainkan oleh sihar sitorus selaku pimpinan perusahaan. Aksi ini untuk ketiga kalinya dalam sebulan.

Pemalangan tersebut di 5 titik diarea jalan masuk ke kebun sawit yaitu, di kebun sawit dusun Siliha, Kobi Mukti, kebun mulupina desa Morokay, Tanah Merah, Aketernate dan Namto Waimusal. Pemalangan ini berdasarkan kesepakatan dengan perusahaan untuk palang di masing-masing kebun.

“Kami palang di area kebun masing-masing dan ini adalah tanah kami, perusahaan dilarang mengambil panen buah sawit sebelum membayar semua hak kami” Ungkap Dani Boiratan selaku Pemilik lahan.

Perusahaan di larang beraktivitas dan mengambil buah sawit di lahan kebun warga sebelum membayar hak masyarakat. Aksi pemalangan ini melibatkan semua warga yang bermitra dan di kawal oleh personil kepolisian Polsek Wahai.

Kapolsek Wahai Denny Sandera menambahkan, hak warga untuk melakukan aksi. “Itu kan hak mereka. Jadi pihak perusahaan harus memberikan kejelasan terkait hak-hak masyarakat yang bermitra, kami hanya lakukan pengamanan asalkan jangan melakukan tindakan yang anarkis”. Jelas kapolsek.(Upi)