Perang Batu di Kudamati Lagi

by

Ambon, ameksOnline.- Perang batu kembali terjadi. Tepatnya, di Kudamati, Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Sirimau, Ambon. Sekira pukul 17.30 Wit, kelompok pemuda dari tempat putar Mobil dan pemuda Lorong PMI saling lempar batu.

Tak ada korban jiwa. Namun, dari aksi lempar itu, membuat masyarakat panik . Konsentrasi masa kedua kelompok memuncak. Mereka turun ke jalan.

Pantauan Ameks Online di lokasi kejadian perkara menggambarkan, dari lintasan aspal itu, terdapat hamparan batu dari aksi itu. Konsentrasi massa itu mulai bubar, setelah tim dari PRC Polres P Ambon dan Pp Lease hadir di TKP. Tembakan peringatan di bunyikan, hingga gas air mata ditembak ke arah amukan kedua massa itu.

PRC Polres setempat, dibantu Polsek Nusaniwe, bersama aparat TNI dari Satuan Kabaresi terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku bentrok. Mereka tak berhasil ditangkap. Polisj terus dikejar.

Bentrokan dipicuh minuman keras. Aleka Haba dalam kondisi mabuk. Senda Soisa (18) dipukul oleh Aleka di bagian wajahnya.

Jems Ahulelu mencoba untuk menghalangi. Namun, upaya Jems dibalas dengan pukulan oleh Aleka di wajahnya. Pukulan itu berulang kali. Hingga Jems masuk dalam selokan air (Got).

Ayah korban, Max Soisa (54) dengan emosional mengejar Aleka . Aleka melarikan diri, dan memprovokasi rekan-rekanya di lorong PMI. Serangan pun terjadi.

“Setelah itu kejaran, dan saling lempar antara lorong PMI dan lorong tempat putar,” kata Max Soisa kepada Ameks Online di TKP, sore tadi.

Dia menjelaskan, Aleka (pelaku dalam kejaran) dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Tanpa alasan, Aleka melakukan pemukulan terhadap anaknya. Akibatanya wajah korban bengkak.

“Aleka harus ditangkap. Karena dia pelaku. Penyebab dari dia,” tegas ayah korban.

Situasi telah meredah. Pihak kepolisian dipimpinnya ini Kapolres P Ambon dan Pp Lease, AKBP, Hadi Sutrisno bersama aparat TNI tetap stand bay di TKP. (NEL)