Sekolah Mulai Dibenahi Senin

by

 

Ambon, ameksOnline.-Pembakaran terhadap gedung sekolah saat konflik Latu-Hualoy berkecamuk, ratusan murid dibuat terlantar. Dua SD dan satu gedung SMP dibakar. Pembakaran ini disayangkan banyak pihak. Mereka mempertanyakan alasan pembakaran tiga gedung sekolah, di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pemerhati Pendidikan Universitas Pattimura Ambon, Gerson Ratumanan mengatakan, konflik bisa diselesaikan dengan baik, bila semua pihak paham tentang pentingnya kearifan lokal.
“Persoalan konflik bisa diselesaikan dengan arif tanpa harus membakar gedung sekolah yang pada akhirnya berimplikasi terhadap nasib pendidikan anak bangsa,” kesal Gerson Ratumanan.

Menurutnya, pembakaran gedung sekolah, menunjukan, refleksi kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan sangat rendah. Kata dia, perbedaan pendapat bisa disikapi dengan Arif, tanpa harus menjadikan sekolah sebagai sarana balas dendam.

“ Prinsipnya, anak-anak tidak boleh dijadikan korban. Pemerintah harus melakukan tindakan nyata, agar sekolah tidak lagi dijadikan sarana pelampiasan dendam setiap warga,” kata dia.

April mendatang, semua siswa tingkat akhir baik SD maupun SMP, akan melaksanakan ujian nasional. Karena itu, pemerintah harus bekerja cepat, dan tepat agar semua siswa yang akan mengakhiri masa pendidikannya di setiap tingkatan, tidak terganggu.

” Untuk saat ini harus dilakukan pendirian sekolah darurat atau menggunakan gedung lainnya untuk proses belajar mengajar sambil menunggu gedung sekolah tersebut dibenahi,” jelasnya.

Bupati Kabupaten SBB, Mohamad Yasin Payapo yang dihubungi Ambon Ekspres via telepon Kamis (21/2) mengatakan, kemarin (Kamis -red) beserta , Dandim, Danrem telah melakukan kunjungan ke lokasi sekolah tersebut.

” Saya memastikan, tiga hari kedepan proses pembenahan terhadap sekolah-sekolah tersebut sudah berjalan . Jadi, tidak ada masalah, ” kata Payapo.

Payapo menjelaskan, untuk menghadapi ujian, yang lebih diprioritaskan adalah anak yang mau menghadapi ujian. Minggu depan proses belajar sudah berjalan normal sambil menunggu pembenahan gedung sekolah.

Untuk saat ini, dua sekolah SD dengan jumlah siswa sekira 43 siswa dan SMP, akan dititipkan untuk melanjutkan pendidikan di Balai Desa Hualoy. Untuk SD melaksanakan proses belajar mengajar pada pagi hari, sedangkan SMP disiang hari.

” Saya sudah membuat komitmen dan pernyataan jika kondisi aman damai dan kondusif sekolah yang terbakar akan segera dibangun ,” singkatnya. (AKS)