Ratusan Guru Turun Jalan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ratusan Guru Turun Jalan

Ambon, ameksOnline.- Bertahun-tahun mengabdi, status mereka tetap honorer. Gaji yang tak sepadan dengan kerja keras mereka, ditambah status sebagai abdi negara tak jelas, memantik ratusan guru honorer SD dan SMP di Kota Ambon turun jalan.

Ini aksi pertama sepanjang empat tahun terakhir yang dilakukan guru-guru honorer. Aksi pagi tadi sebagai entitas kekecewaan ratusan guru yang selama ini diabaikan pengabdiannya oleh pemerintah. “Kita hanya perwakilan. Masih banyak lagi tenaga honorer yang belum diangkat,” ungkap salah satu tenaga guru honorer pagi tadi.

Para guru ini melakukan aksinya di Pemerintah Kota Ambondan DPRD Kota Ambon, Kamis  (28/2). Mereka turun ke jalan dengan membawa sejumlah spanduk yang berisikan luapan kekecewaan terhadap pemerintah yang mengabaikan kerja mereka bertahun-tahun. Mereka menolak kebijakan P3K ( pegawai Pemerintah Pemberhentian Kerja) yang pembiayaannya dibebankan oleh APBD.

Mereka juga menagih Janji DPRD Kota Ambon terkait dengan status mereka yang tidak pernah diputuskan oleh pemerintah. “Kami Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Tolong Dengarkan Rintihan Kami Honerer ke 2, P3K Bukan Solusi Untuk Menyelesaikan HK2,” tulis mereka diatas karton manila.

Mereka mendesak, pemerintah untuk membuka perekrutan seleksi pegawai pemerintahan perjanjian kerja terhadap honorer kategori 2 tahap kedua. “Kami hanya menuntut diperhatikan. Jangan abaikan apa yang telah kami berikan untuk kemajuan pendidikan daerah ini,” ungkap mereka.

Aksi tersebut di ikuti oleh seluruh Guru Honerer SD,SMP sekota Ambon dengan tuntutanya agar para Guru Honerer katagori tahap ke 2 diangkat menjadi ASN (Aparatur sipil Negara).

Kasus ini pernah mendapat tanggapan DPR RI. Anggota Komisi X DPR Nizar Zahro menilai Peraturan Pemerintah tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bukan lah solusi untuk tenaga honorer Kategori 2.

“PP PPPK layak ditolak karena bukan solusi seperti yang diharapkan honorer K2, tapi sebuah jebakan yang bisa memperpanjang ketidakjelasan nasib honorer K2. Waspadai niat jahat PP PPPK,” kata Nizar dari laman Kompas.com.

Nizar menilai ada beberapa poin yang bisa dikritisi dari aturan itu. Pertama, soal seleksi, honorer K2 tidak mendapatkan prioritas. Pasal 6 berbunyi, setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi calon PPPK setelah memenuhi persyaratan.

“Bagaimana nasib honorer K2 jika tidak lulus tes seleksi? Pemerintah harus memberi kejelasan soal ini,” kata dia. Kedua, politisi Gerindra ini juga menyoroti masa kontrak kerja. Pasal 37 ayat 1 berbunyi, masa hubungan perjanjian kerja bagi PPPK paling singkat 1 tahun dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan dan berdasarkan penilaian kinerja.

“Masa kontrak 1 tahun menjadikan posisi Honorer K2 sangat lemah. Bisa saja di tahun-tahun berikutnya posisinya dicoret tanpa alasan yang jelas. Mestinya bagi Honorer K2 masa kontraknya berlaku sebagaimana PNS,” ujar Nizar.

Ketiga, ia juga menyoroti aturan soal sertifikasi profesi. Pasal 16 huruf (f) mensyaratkan bahwa pelamar memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan.

“Artinya, bila guru honorer K2 tidak memiliki sertifikat sebagai pendidik maka siap-siap gigit jari. Menurut catatan Ikatan Guru Indonesia, jumlah guru honorer K2 yang memiliki sertifikat pendidik masih sangat sedikit,” ujar dia.

Terakhir, Nizar menyoroti soal ketentuan pemutusan hubungan kerja (PHK). Bab IX menjelaskan PHK yang bisa dilakukan dengan berbagai alasan, misalnya P3K dianggap tidak memenuhi target, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 60 ayat 1.

“Pasal ini memposisikan PPPK layaknya pekerja outsourcing yang bisa dipecat kapan saja,” kata dia. Atas berbagai catatan tersebut, Nizar menilai bahwa PP PPPK secara keseluruhan sangat merugikan honorer K2. Daripada menggunakan PP PPPK, Nizar meminta Presiden Jokowi memenuhi janjinya untuk mengangkat seluruh honorer K2 menjadi PNS.(UPI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top