Kasus Jalan Kaibobu Mengendap – Ambon Ekspres
Daerah

Kasus Jalan Kaibobu Mengendap

ilustrasi
Ambon, ameksOnline.- Kasus dugaan korupsi pada pembangunan jalan Kaibobu, Kabupaten Seram Bagian Barat akan ditindaklanjuti Kejaksaan Tinggi Maluku. Pasalnya, proyek yang dikerjakan sejak 2008 hingga kini berbuntut panjang dan tak kunjung selesai.
Bupati Kabupaten SBB yang dihubungi Ambon Ekspres via telepon kemarin membenarkan proyek itu dikerjakan masa pemerintahan Jakobus F. Puttileihalat. Jalan itu akan dibenahi pemerintah, bila sudah dilakukan audit terhadap pembiayaannya.
” Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Kejati Maluku untuk mengusut kembali proyek tersebut,” pinta Bupati SBB, Mohammad Yasin Payapo kepada wartawan melalui via telepon. Kata dia, jika ditemukan adanya penyimpangan, harus diselesaikan dengan prosedur hukum.
Praktisi hukum, Henri Lusikooy yang dikonfirmasi Ambon Ekspres mengatakan, setiap penanganan kasus, Kejaksaan Tinggi Maluku mestinya mengutamakan profesionalitas, dan menegakan integritas penegakan hukum.
“Bukan hanya kasus jalan Kaibobu, namun ada bebarapa kasus lainnya yang ditangani Kejati Maluku hingga saat ini tak kunjung tuntas. Kejaksaan harus lebih fokus dan maksimal dalam menindaklanjuti kasus-kasus yang mandek. Sehingga tidak terkesan tebang pilih,” harap Lusikooy.
Untuk kepentingan transparansi dalam penegakan hukum, dia menyarankan, jelang akhir tahun pihak Kejaksaan Tinggi Maluku merilis apa saja yang dihasilkan dalam penegakan hukum, dan apa saja yang belum dituntaskan. Tujuannya adalah untuk menjelaskan ke publik sejauhmana perkembangan penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi selama satu tahun.
Diberitakan sebelumnya proyek jalan Desa Waisarissa menunju Negeri Kaibobo ini milik Dinas PU Kabupaten SBB. Pekerjaan proyek sempat tertunda hingga dua tahun anggaran. Awalnya di tahun 2008, dan yang keduanya di tahun 2016. Hasilnya meresahkan masyarakat.
Ironisnya, jalan tersebut tak beraspal. Proyek sejak pemerintahan mantan Bupati Jacobus F Puttileihalat ini, bukan hanya jalan berlubang dan tak beraspal. Namun, jembatan penghubung di setiap ruas jalan tersebut rusak parah.
Untuk memperlancar akses ekonomi, masyarakat setempat terpaksa bergotong royong melakukan perbaikan secara swadaya. Masyarakat berharap pemerintah bisa memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Namun hingga tahun 2018 pasca dilantik di tahun 2017 lalu, Jalan Kaibobo tak kunjung di perbaiki.  (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top