Setubuhi Pacarnya, Basrun Diancam 7 Tahun – Ambon Ekspres
Hukum&Kriminal

Setubuhi Pacarnya, Basrun Diancam 7 Tahun

Ambon, ameksOnline,-  Nekat berhubungan layaknya suami isteri bersama pacarnya, Basrun Nukuhehe alias Basrun kemarin diseret ke pengadilan untuk menjalani sidang. Jaksa menuntutnya tujuh tahun pidana badan.

Selain pidana badan, terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp 200 juta atau pidana pengganti enam bulan kurungan. “Perbuatan terdakwa telah merusak masa depan korban dan membuat korban trauma,” kata Jaksa Elsye B. Leonupun saat membacakan tuntutan dipersidangan.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai Herry Setyobudy didampingi Jenny Tulak dan Jimmy Wally selaku hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Marsel Hehanussa.

Jaksa menilai pemuda 19 tahun warga Desa Seith Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah ini melanggar pasal 81 ayat (2) UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sejak tanggal 02 Agustus 2018 Basrun dan korban menjalani hubungan pacaran. Kemudian tanggal 11 Agustus 2018 sekira pukul 19.00 korban dan kakaknya pergi menemui Basrun di tempat kerja pelaku, tepatnya di basecamp.

Kakak korban, dan pacarnya lalu meninggalkan Basrun dan korban. Sempat merayu korban dengan kata-kata manisnya, Basrun akhirnya meluluhkan hati pacarnya itu. Dia membuka dan menarik celana korban hingga bagian bawa korban terlihat tanpa busana.

Tak tahan dengan nafsu birahinya, Basrun langsung melakukan perbuatan tak terpuji itu. Tak cukup sampai disitu, perbuatan yang sama dilakukan Basrun pada hari Kamis tanggal 16 Agustus 2018 sekira pukul 19.00 WIT.

Saat itu, Basrun dan korban sedang berada di basecamp. Dia mengajak korban untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor miliknya. Mereka pergi ke kos-kosan milik kakaknya Basrun yang berada di Desa Poka Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Sampai disana, mereka duduk dengan kakaknya Basrun yang bernama Uceng. Tak lama kemudian Uceng dan teman-temannya meninggalkan Basrun dan korban didalam kamar.

Didalam kamar tersebut tak ada siapapun. Basrun mengajak korban berhubungan badan. Usai mendengar pembacaan tuntutan, majelis hakim langsung menunda dan menutup sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan. (AKS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top