Diknas Keluarkan Larangan Kepsek Main Politik – Ambon Ekspres
Berita Utama

Diknas Keluarkan Larangan Kepsek Main Politik

Ambon, ameksOnline.- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, Saleh Thio mengingatkan semua kepala sekolah SMU dan sederajat untuk menjauhi politik praktis di pemilu 2019. Netralitas harus dijaga, karena itu perintah Undang-undang tentang Aparatur Sipil Negara.

“Himbauan sudah saya sampaikan ke semua kepala sekolah untuk tidak terlibat politik dalam bentuk apapun di pemilu 2019. Tak perlu takut, karena mereka dilindungi oleh undang-undang, dan diperintahkan oleh Undang-undang untuk tidak terlibat dalam politik,” kata Saleh Thio yang dihubungi Jumat (1/3) siang.

Selain himbauan, kata dia, surat edaran sudah ditandatanganinya terkait dengan menjaga netralitas ASN dalam pemilu 2019. Surat edaran itu akan dikirim ke semua kepala sekolah di SMU maupun sederajat di Maluku. “Saya belum tahu, apakah edarannya sudah disampaikan ke kepsek belum. Tapi surat itu sudah saya tandatangani,” kata Saleh.

Keluarnya surat edaran ini, setelah ada pertemuan antara pimpinan DPRD Maluku, ketua-ketua fraksi, dan Komisi D yang membidangi masalah pendidikan. Pertemuan itu untuk memastikan kepsek hingga guru-guru tidak boleh terlibat dalam politik praktis di pemilu 2019.

Para kepsek juga diimbau tidak takut terhadap berbagai intimidasi dan ancaman akan dimutasikan ke daerah lain, bila tak bermain untuk calon legislatif tertentu. Karena itu, mereka harus menjaga netralitas, dan professional dalam menjalankan tugas.

Sementara itu, di Buru Selatan Sejumlah kepala sekolah mengaku, diintimidasi untuk memilih calon anggota DPRD Maluku dari Partai Persatuan Pembangunan. Pelakunya diduga preman. Mereka terlihat membawa daftar berisi nama-nama Kepsek dan sekolahnya.

Salah satu pelaku dikenali warga bernama Aras Pontororeng. Mereka teridentifikasi datang di beberapa sekolah di dua kecamatan di Buru Selatan. “Mereka datang itu sudah dengan daftar nama kepala sekolah. Pakai ancam. Kami mendengar apa yang disampaikan Aras Pontororeng,” kata sumber Ameks Online siang tadi dari Bursel.

Kepsek yang didatangi berasal dari desa Oki Lama, Oki Baru, dan Wali di Kecamatan Namrole. Sementara di Kecamatan Waisama, sekelompok pemuda ini mendatangi desa Waitawa, Simi, dan Lena. “Para Kepsek mengaku ketakutan. Karena terus diancam akan dipindahkan,” kata sumber itu.

Kepada sejumlah Kepsek, kelompok ini mengancam akan memindahkan mereka ke daerah terpencil, bila tak mencoblos caleg DPRD Maluku dari PPP daerah pemilihan Buru-Buru Selatan. Realisasi janji itu akan dilakukan pada 18 Maret mendatang, paska pelantikan Gubernur-Wagub Maluku terpilih.

”Harusnya proses politik ini dilakukn secara demokratis. Tidak boleh pakai ancam mengancam. Apalagi kepada aparatur negara. Janganlah menggiring para ASN dalam politik praktis, karena itu melanggar aturan. Dan ada sanksi pidananya,” ungkap sumber ini.(yan)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top