Guru Diteror, Kepsek Diintimidasi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Guru Diteror, Kepsek Diintimidasi

Ambon, ameksOnline.- Ancaman dan intimidasi terbuka masih saja dilakukan di Buru Selatan dan Buru. Aksi ini diduga dilakukan calon anggota DPRD Maluku. Tak hanya kepala sekolah, sejumlah guru juga ketakutan dipindahkan, bila tak memilihnya.

Nama Gubernur Maluku terpilih ikut dicatut untuk kepentingan politik tersebut. Sejumlah orang yang berlagak preman datang ke rumah, bahkan sekolah-sekolah tenaga pengajar dengan tujuan memilih caleg anggota DPRD Maluku itu. “Masih. Selama Bawaslu tidak melakukan apa-apa. Akhirnya tindakan ini terus dilakukan,” ungkap salah satu warga kepada ameksOnline  siang tadi.

Menurutnya, aksi itu massif dilakukan, dan terbuka. Aksi ini dilakukan di dua kecamatan, Leksula dan Waisama. Beberapa desa di dua kecamatan ini, kepala sekolahnya dipaksa bekerja untuk kemenangan calon anggota DPRD Maluku dari PPP ini.

“Mereka mengeluh, karena diancam,” kata sumber ini. Ditanya soal tidak dilaporkan ke Bawaslu, kata dia, rata-rata kepsek menolak melapor, karena takut ketahuan calon yang mengaku orang dekatnya gubernur terpilih Murad Ismail.

“Bagaimana dia mau lapor pak, kepsek-kepsek itu ketakutan dipindahkan. Sekarang kalau dilapor, pasti ketahuan mereka yang melapor. Mereka takut ada tindakan lanjutan dari caleg itu,” ungkap warga ini lagi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku, Mohammad Thio sudah mengeluarkan surat edaran yang mengingatkan kepala sekolah tidak main politik praktis saat pemilu digelar. “Sudah ada edarannya itu. Yang jelas, ASN termasuk guru-guru dan kepsek, dilarang terlibat dalam pemilu,” kata dia.

Kasus ini juga diungkap oleh akun Facebook Sami Latbual pada tanggal 28 Februari 2018 lalu. Dia menulis, “Kita sama-sama berkeringat untuk pilgub. Justeru lebih keringat dari kalian. Oleh karena itu, jangan pakai kesempatan untuk teror guru-guru SMA dan SM.”

Akun FB ini yang sering digunakan Ketua DPC PDIP Buru Selatan, Sami Latbual. Sami yang dihubungi Ambon Ekspres (grup ameksOnline) mengatakan, akan mengecek informasi terkait intimidasi dan ancaman kepada guru dan kepsek lebih detail di dua kecamata itu.(yan/EDI)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top