Nyepi Untuk Temukan Jati Diri

by

Ambon, ameksOnline.- Hari Ini (Kamis-Red) Umat Hindu merayakan Hari Suci Nyepi dan Tahun Baru Saka 1941.  Nyepi menjadi momentum bagi umat Hindu untuk menemukan jati diri.

Hal ini disampaikan Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Fesal Musaad, Rabu (6/3).  Ini menjadi penting ditengah manusia yang mulai kehilangan arah dalam mengenali jati dirinya.

“Nilai-nilai agama yang terkandung dalam Hari Suci Nyepi sepatutnya menuntun kita menuju ke arah yang baik dan terpuji. Nyepi pada intinya adalah “menyepikan diri” agar seseorang dapat melaksanakan catur brata penyepian dengan baik. Sesuai namanya,  Nyepi memerlukan suasana hening dan tenang,” kata dia.

Umat Hindu, kata dua, tidak menyalakan api, tidak bekerja, tidak bepergian, dan tidak menikmati hiburan, agar dapat sepenuhnya melakukan Nyepi dan introspeksi diri atau mulat sarira.

“Jadikan Nyepi untuk melakukan renungan tentang apa yang sudah dilakukan didunia ini seiring dengan bertambahnya usia, dan apa yang belum dilakukan untuk kebaikan hidup di masa mendatang,” tutur Kakanwil.

Orang nomor satu dilingkup Kementrian Agama Provinsi Maluku ini mengajak umat Hindu untuk terus mengembangkan moderasi, baik dalam beragama maupun dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Sikap moderat adalah sikap memilih jalan tengah, tidak ekstrem, dan tidak berlebih-lebihan, baik dalam beragama maupun berbangsa.

Olehnya itu, dia mengajak untuk rawat dan pelihara terus semangat moderasi beragama? karena pada hakikatnya berindonesia adalah beragama, dan sebaliknya beragama pada hakikatnya juga berindonesia.

Menurut dia, tema Perayaan Hari Suci Nyepi tahun 2019 “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”,  sangat relevan dan kontekstual. Mengabdi kepada bangsa dan mendoakan Pemilu berjalan lancar, tertib, dan damai, adalah bentuk pengamalan dari Dharma Negara atau kewajiban menjalankan perintah Negara.

Untuk itu, kepada seluruh umat beragama agar menjaga ketenangan, kedamaian, dan persaudaraan sesama kita. Jadikanlah hari besar keagamaan sebagai  benteng kerukunan dan toleransi ditengah kemajemukan, saling menghormati dan menghargai, sehingga terwujud perdamaian sejati. ”

”Ingat inti dan hakikat ajaran agama adalah menebarkan kedamaian, sehingga terwujud masyarakat yang aman, damai, relegius, dan sejahtera, dalam bingkai NKRI dan dalam bingkai nilai-nilai agama.”ungkap Kakanwil.

Dia mengajak masyarakat kendalikan jemari, ubahlah sikap dengan memperbanyak senyum dan berbagi kasih dan nikmat. “Damaikan hati, tentramkan jiwa, cerdaskan pikiran agar kita memperoleh berkahnya. Bahagiakan sesama, maka kita akan lebih merasa bahagia untuk terus menjaga pengamalan nilai agama dalam bingkai NKRI,” pungkas dia. (Upi)