Menipu Karena Terlilit Utang

by

 

Ambon, ameksOnline.- Ricky Tomasoa, pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tual ini sudah ditetapkan tersangka dan diamankan di Rutan Mapolres P Ambon dan Pp Lease. Tindakan kriminalnya, membuat dia harus berurusan dengan hukum.

Ricky diduga melakukan penipuan terhadap seorang dosen pada tanggal 21 Januari 2019 lalu, yang adalah Nasabah BNI. Selain dosen itu, Marlena Jolanda Sohilait (29) juga jadi korban. Tindakan pegawai Lapas Kelas IIB Tual ini, nekat melakukan tindakan penipuan karena terlilit hutang.

Pria 29 tahun yang beralamat tinggal petak 10, Mangga dua, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon ini tertangkap Satpam Telkom, Talake. Saat itu, tersangka melakukan operasi penipuannya dengan menipu Jolanda saat hendak melakukan transaksi di ruang ATM BNI depan Telkom.

“Sudah ditahan. Tersangka mengaku memiliki hutang,” ungkap Kasubbag Humas Polres P Ambon dan Pp Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Ambon Ekpres diruang kerjanya, kemarin.

Tersangka terancam mendapat hukuman kurangan penjara 4 tahun. “Kita kenakan Pasal 378 KUHP dengan pidana penjara paling lama 4 tahun,” jelas dia.

Posisi tersangka sebagai Pegawai Lapas Kelas IIB Tual juga terancam. Ia siap di pecat, setelah pihak Kantor Wikaya Kementrian Hukum dan HAM Maluku menerima hasil rangkaian penyidikan dari pihak kepolisian.

“Karena status masih tersangka, dan masih di tangani pihak kepolisian, maka kami masih menunggu hasil penyidikan. Namun pihak kementerian hukum dan Ham Maluku dalam hal ini Lapas Tual telah melaukan kordinasi dgn pihak kepolisian terkait proses hukum tersebut,” ujar Kepala Devisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Maluku, Nicko Hitipeuw saat dihubungi Ambon Ekpres, kemarin.

Oleh karena itu, lanjut dia, langkah pemecatan terhadap Ricky akan dilaksanakan setelah adanya hasil rangkaian penyidikan yang diterima Kemenkum HAM. “Jadi, posisinya, kami menunggu saat ini,” singkat dia via Whatshap.

Untuk diketahui, kejadian penipuan itu terungkap, Sabtu (9/3) bertempat di ruang ATM BNI, depan Telkom, Talake, Kecamatan Nusaniwe, Ambon.

Marlena Jolanda Sohilait (29) mengatakan, awalnya saksi masuk ke dalam mesin ATM dan langsung memasukan kartu ATM nya. Tidak, pelaku masuk dan menghampiri saksi sambil berkata bahwa, pelaku adalah Petugas sambil mengatakan bahwa sistim lagi gangguan.

Tersangka, menyuruh saksi untuk mengecek saldo dan berkata ” Kalau Saldo Ada, Berartii Bisa Transaksi, Kalau Saldo Seng Ada Berarti Sistim Ada Gangguan,” kata pelaku kepada saksi.

Saksi pun mengecek dan ternyata ATM mengalami gangguan atau tidak bisa mengecek Saldo. Kemudaian, saksi keluar ingin mencari ATM BNI yang lain. Namun, tersangka menghalanginya dan memanggil saksi dan berkata kepada Saksi “kalau ATM nya sudah jadi” tambah tersangka kepada saksi saat itu.

 

Bedah dengan Ivone Siska Noya (38) yang mengaku, tanggal 21 Januari 2019 sekitar pukul 12.00 Wit, di PT Telkom talake tepatnya di dalam ruangan mesin ATM Bank BNI, dirinya pernah menjadi korban dari pelaku.

Awalnya ia menuju lokasi ATM yang berada di depan PT. Telkomsel Ambon, setibanya di ATM dan bermaksud mengambil uang. Namun ATM mengalami gangguan, tiba tiba datang pelaku dan mengaku sebagai petugas penanganan kerusakan ATM sambil berpura pura menelepon pimpinannya, sehingga korban yakin dengan informasi dari pelaku.

Setelah itu pelaku meminta kartu ATM milik korban dan memasukannya kedalam mesin ATM serta meminta korban untuk memasukan nomor PIN, setelah mengetahui PIN korban, pelaku kemudian meninggalkan korban. Berselang beberapa menit pelapor menuju Bank BNI Ambon karena adanya transaksi pengambilan uang, dan setelah di konfirmasi dengan pihak Bank, ternyata benar telah terjadi penarikan uang sebesar Rp 4.000.000 dari rekening miliknya.

Sekira Pukul 12.30 Wit, personil Buser Polres P. Ambon dan PP. Lease tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku menuju Polres Ambon untuk dilakukan Pemeriksaan lanjutan. (NEL)