Empat Point Kritis Tokoh Agama

by

Ambon, ameksOnline.- Aksi penembakan brutal teroris dari ekstrimis sayap kanan, di dua mesjid Selandia Baru, memantik kecaman tokoh agama di Maluku. Aksi itu dikutuk, dan membuat nilai-nilai kemanusiaan berada pada titik nadir terendah.

Penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood Selandia Baru,  Kota Christchurch,  menewaskan 49 orang pada Jumat (15/3) siang waktu setempat. Aksi ini dilakukan empat orang. Tiga orang bertugas di mesjid satu, sementara Brentton Tarant melakukan aksi biadab itu di Mesjid Al Noor.  Dia membawa lima senjata untuk melakukan aksi itu.

Penembakan brutal oleh para teroris mendapat kecaman dari berbagai pihak di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.

Terhadap aksi itu,  Sabtu  (16/3), bertempat di Aula Markas Polda Maluku digelar pertemuan bersama antara tokoh agama, masyarakat serta Organisasi Kepemudaan se-Maluku.

Hadir dalam pertemuan bersama itu, Ketua MUI Maluku Dr. H. Abdullah Latuapo,  Ketua Sinode GPM  Pdt. A.J.S. Werinussa, Keuskupan Amboina MGR. Petrus Canisius Mandagi M.S.c, Ketua Pengurus Harian PHDI Maluku I Nyoman Sukadana, S.Kp.G, Ketua Walubi Maluku Wilhemus Jauwerissa, Pengurus MATAKIN Maluku Kiki Tan, serta Sejumlah Organisasi Kepemudaan di Maluku.

Mereka menyuarakan 4 poin kesepakatan bersama antara para tokoh agama dan juga organisasi kepemudaan di Maluku.

Pertama forum bersama itu dengan tegas mengutuk keras penembakan terhadap umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah di Masjid di Selandia Baru. Perbuatan ini merusak citra kemanusian dan nilai-nilai keagamaan yang sejati.

Kedua mendoakan para korban, keluarga dan sanak keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih, semoga dikuatkan dan diberikan ketabahan, serta diterima disisi Allah.

Ketiga, menghimbau masyarakat dan umat beragama di Maluku maupun di Indonesia agar dapat bersikap bijak menyikapi persoalan tersebut, tidak terprovokasi dan tetap menjaga suasana kedamaian sambil tetap berdoa agar masalah ini dapat diselesaikan secepat-cepatnya dan pelaku diberi sangsi seberat-beratnya.

“Dan yang keempat mereka mendukung pemerintah Indonesia untuk melakukan langkah-langkah diplomasi dan komunikasi untuk bersama-sama melawan terorisme dan turut menjaga keamanan dan ketertiban dunia sesuai amanat pembukaan undang-undang dasar 1945,” ucap Ketua MUI Maluku Dr. H. Abdullah Latuapo saat membacakan pernyataan sikap ini secara langsung.

Suasana disaksikan oleh para tokoh agama lainnya, dan unsur tokoh pemudah yang diwakilkan.

Pernyataan sikap bersama tersebut, para tokoh agama serta OKP langsung menandatangi surat tersebut untuk nantinya dikirim ke Pemerintah Pusat Republik Indonesia di Jakarta. (UPI)