Kapolda Tanam Pohon di Gunung Botak

by

Ambon, ameksOnline.- Untuk kesekian kalinya, Kepala Polda Maluku Inspektur Jenderal Polisi, Royke Lumowa kembali menyambangi pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku. Selasa (19/3) pagi Jendral bintang dua itu melakukan pemantauan, penanaman pohon dan menjenguk kegiatan pengobatan gratis.

Orang nomor 1 Polri di Maluku ini didampingi Direktur Krimsus Kombes Pol Firman Nainggolan, Kasat Brimob Kombes Pol Muhammad Guntur, Kabid Humas Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kapolres Pulau Buru AKBP Ricky P. Kertapati, Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Syarifudin Azis dan Bupati Buru Ramli Umasugi.

“Kami datang untuk menanam pohon. Kenapa, karena penanaman pohon ini sebagai simbol kelestarian lingkungan,” ungkapnya kepada wartawan di Gunung Botak.

Royke berharap, penanaman pohon yang dilakukan dapat bermanfaat dan melindungi alam sekitar, seperti air, maupun masyarakat yang berdomisili di kawasan pertambangan emas tersebut.

“Semoga pohon ini bisa melindungi mereka yang ada di sekitar sini. Bukan untuk merusak lingkungan, tapi untuk menjaga kelestarian Pulau Buru,” ujarnya.

Penanaman pohon bertempat di puncak Gunung Botak yang berada di Jalur H, Desa Dava, Kabupaten Buru. Harapannya, pohon tersebut dapat tumbuh subur dan melindungi kali Anahoni.

“Agar dapat melindungi air yang mengalir sampai ke Teluk Kayeli. Dan mungkin sampai di Namlea dan seantero Pulau Buru, juga Maluku serta Indonesia Raya ini,” katanya.

Penambangan ilegal telah mencemari lingkungan, karena penggunaan bahan kimia berbahaya. Akibatnya, pohon-pohon mati, air kali tercemar hingga ke laut yang berdampak kepada hasil laut seperti ikan.

“Kalau sudah sampai di laut, tentu bahan kimia seperti sianida dan merkuri akan mencemari biota laut. Ikan kecil tercemar. Ikan besar seperti Tuna akan makan ikan kecil. Dan dunia akan memberikan warning untuk tidak mengkonsumsi ikan dari Indonesia, khususnya Maluku,” jelasnya.

Jika terjadi demikian, tambah Royke, maka masyarakat Maluku tentu akan mengalami kerugian besar. Sebab, selama ini Maluku kaya akan sumber daya alam, baik di darat maupun di laut.

“Kita jangan berfikir keuntungan sesaat. Kita harus pikirkan jangka panjang untuk kemaslahatan kita dan anak cucu kita kedepan,” pintanya.

Sejumlah pohon yang ditanam beragam jenis. Anakan pohon itu ditanam di tempat berbeda di Gunung Botak. Ditanam oleh para pejabat utama Polda Maluku, Kapolres dan Dandim.

“Ada beberapa pohon yang kami tanam. Kalau yang beta (Saya) pegang ini adalah pohon beringin. Kemudian ada trembesi, albasia dan pohon durian,” ujarnya.

Jenderal Bintang Dua ini kagum dengan kinerja aparat keamanan TNI, Polri dan Pemda Buru. Sebab, kurang lebih enam Bulan, upaya penutupan Gunung Botak, diakui berhasil.

“Kalau di daerah lain pasti akan terjadi bentrok antara warga dan aparat keamanan. Ada korban disitu. Tapi syukur apa yang kita lakukan sejak Bulan September 2018 berjalan lancar. Ini karena upaya dilakukan secara soft dan perbanyak sosialisasi sebelum penegakan,” jelasnya.

Hingga kini, tambah Royke, kawasan Gunung Botak masih tetap dijaga dari para penambang emas tanpa izin (Peti). Aparat gabungan TNI, Polri dan Pemda masih terus bersiaga.

“Saat ini kita ada lima pos pengawasan. Personilnya 30 orang. Mereka berjaga di sini (puncak gunung botak) dan dipasang pos pos di pintu masuk kawasan ini. Mereka bermalam. Setiap hari bergantian,” katanya.

Royke mengaku, jika kelak ada kegiatan pertambangan, maka harus dilakukan secara benar dan tidak asal asalan.

“Pembuangan limbah tidak boleh asal asalan yang menyebabkan lingkungan terganggu. Kalaupun ada investor besar, silahkan. Asalkan teratur. Agar masyarakat aman, sejahtera, makmur dan lingkungan terjaga. Kalau penembangan ilegal itu pasti mengganggu lingkungan,” ujarnya.

Selepas penanaman pohon di Gunung Botak, Kapolda dan rombongan kembali bertolak di Desa Dava, Kabupaten Buru. Ia bertemu masyarakat yang sedang mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan Polda Maluku.

Dari pengobatan gratis itu, terdata hingga pukul 14.30 WIT, sebanyak 102 orang yang berobat. Mereka terserang penyakit sesak nafas, batuk, muntah, gigi, kurang darah dan lain sebagainya.

“Ini hanya sebagai bentuk kepedulian Polda Maluku dalam melakukan pengobatan gratis,” kata Kapolda.

Selain peduli dengan kesehatan masyarakat, pengobatan gratis juga semata mata dilakukan untuk lebih mendekatkan diri Polri dengan warga.

“Sehingga antara Polda Maluku dan masyarakat tidak ada sekat. Kalau begitu, maka tentu semua saran, masukan, keluhan akan mereka sampaikan tanpa ada rasa takut,” tandasnya. (UPI)