Selingkuhan La Masikamaba Caleg Nasdem – Ambon Ekspres
Berita Utama

Selingkuhan La Masikamaba Caleg Nasdem

Ambon, ameksOnline.- Uang hasil kejahatan yang didapat La Masikamba, terdakwa kasus suap pajak ternyata ikut dinikmati berbagai pihak, salah satunya adalah Wa Ode Nurhayati Bin Umar. Wanita yang berdomisili di kota Sorong ini merupakan selingkuhan La Masikamba.

Dia turut menikmati uang kejahatan itu hingga Rp. 2,8 miliar. Hal ini terungkap saat persidangan perkara ini digelar, Selasa (19/3). Usut punya usut, ternyata kekasih gelap La Masikamba ini adalah Politisi Partai Nasdem di daerah Papua Barat.

Pengusaha kaya di Kota Sorong itu, saat ini sementara mengikuti pencalonan DPRD Provinsi Papua Barat, Dapil II Kota Sorong nomor urut 3.

Prilakunya tak etis. Wanita beranak tiga ini, ternyata bermain dengan suami orang. Isteri La Masikamba (terdakwa), Farida menyebutnya penyuka laki orang “Pelakor”.

Nurhayati menjalin hubungan mesra dengan La Masikmba sejak 2006. Saat itu, La Masikamba bertugas di Papua. Hubungannya diam-diam, dan tak mau diketahui istri La Masikamba  ataupun suami Nurhayati.

“Saya kenal dia waktu di Sorong sekitar tahun 2006. Saat itu dia dekat dengan Bapa (La Masikamba). Namun, mereka tutupi dari saya dan juga suaminya. Nurhaya sudah punya anak tiga dan suaminya ada,” kesal Farida istri La Masikmba saat menemui Ameks Online di Ambon, kemarin.

Farida mengaku, hubungan mereka terjalin lama. Saat itu, ada beberapa bukti transfer uang ke Nurhaya yang didapatnya. Namun, saat ditanya, La Masikamba  selalu berkelit dengan alasan tidak usah takut, dan tak boleh cemburu. “Saya pasrah aja. Saya juga pikir tidak. Karena, mereka satu dalam perkumpulan KKSS (Kumpulan Keluarga Sulawesi Selatan),” kata dia.

Farida yang hadir ditemani kerabat keluarganya itu mengaku, baru mengetahui lebih pasti tentang hubungan gelapnya dengan suaminya itu, saat Nurhaya dihadirkan sebagai saksi oleh Penuntut umum KPK pada persidangan kemarin. “Disitu baru terungkap dari mulut wanita itu. Saya kesal, saya baru tau. Ini suatu tindakan yang mengecewakan saya, dan seorang ibu yang sudah punya anak tiga dan ada suaminya bisah menyukai suami orang,” ujar dia.

Farida mendesak, Nurhaya harus dimintai pertanggung jawaban hukum. Karena duit yang ia terima dari suaminya hingga miliaran rupiah itu adalah uang hasil gelap. “Dia menikmati, dan menguasai. Harus bertanggung jawab hukum juga. Karena akibat uang-uang itu, suami saya harus melakukan tindakan uang akhirnya merusak karirnya,” tandas dia.

Politisi partai Nasdem Papua barat ini dihadirkan JPU KPK. Dalam sidang itu, ia mengakui mengenal terdakwa La Masikamba sejak tahun 2006. Hubungan keduanya lantas berlanjut pada hubungan asmara. Selama menjalin hubungan terlarang itu, saksi mengakui meminjamkan uang sebesar Rp. 500 juta kepada terdakwa.

Setelah pemberian itu hubungan saksi dan terdakwa lebih mesra lagi, bahkan terdakwa dan saksi saling menyapa dengan panggilan “papa dan mama”. Terdakwa secara rutin mengirimkan uang kepada Nurhaya sejak tahun 2010 hingga tahun 2013, saksi mengakui menerima uang dari terdakwa La Masikamba sebesar Rp. 2.8 miliar.

Uang kiriman La Masikamba ini menurut dia, ditransfer lewat rekening milik Sujarwo yang adalah anak angkat saksi. Uang senilai Rp. 2.8 miliard pemberian selinhkuhannya itu, lantas ditarik seluruhnya oleh saksi. Sebagian dari uang tersebut yakni kurang lebih Rp. 400 juta dipakai untuk merobah usaha kos kosannya menjadi home stay.

Istilah pengiriman uang yang sering digunakan keduanya, saat pentransferan adalah Keping. (UPI)

Most Popular

To Top