KPU : Hindari Hoax

by

Ambon, ameksOnline.- Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, serta DPD, DPR RI dan DPRD semakin dekat. Pematangan pengamanan hingga pada tata pengaman pencalonan terus dilakukan penyelenggara, hingga aparat keamanan.

Jumat, (22/3) tepat pukul bertempat di Aula Makodim 1504/Ambon dilaksanakan Sosialisasi kepada Ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXVII Kodim 1504/Ambon tentang Penyelenggaraan pemilu 2019 untuk pemilih perempuan, tentang tata cara pemungutan dan tata cara coblos pada pemilihan umum tahun 2019 oleh KPU kota Ambon

Bertindak sebagai Narasumber dalam kegiatan sosialisasi tersebut Ketua KPU Kota Ambon, Martinus Kainama SH. Giat sosialisasi itu dihadiri oleh ibu – ibu persit sebanyak 50 orang.

Materi yang diberikan KPU dalam sosialisasi tersebut yakni, syarat calon pemilih, WNI, Berusia 17 Tahun atau sudah pernah menikah atau pernah menikah. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, dan bukan anggota TNI/Polri, serta Sehat jiwanya

Memberikan pengertian tentang Ancaman eksistensi pemilu (Anti Sara, Anti Uang, Anti Hoax). Penjelasan tentang nama dan nomor urut partai politik. KPU juga memberikan penjelasan tentang jumlah DPT kota Ambon, jadwal dan waktu pemungutan dan penghitungan suara

Warna surat suara diantaranya, Hijau DPRD Kab/Kota, Biru DPRD Provinsi, Kuning DPR RI, Merah DPD RI dan Abu-Abu adalah surat suara pencoblosan Presiden dan Wakil Presiden

Ketua KPU Kota Ambon, tentang peranan TNI dan kerawanan pada saat Pemilu yg intinya, profesional TNI adalah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pemilu.

“Pemeliharaan keamanan dan mencegah sikap anarkis serta mencegah terjadinya kerusuhan sosial secara Verikal maupun Horizontal. Mencegah kerawanan lanjutan yang berpotensi mengancam eksistensi negara,” terang Kaimana dalam sosialisasi itu.

Dikatakan, bentuk kerawanan pemilu diantaranya, penyebaran Isu Hoax Politik uang, Intimidasi dan Perusakan logistik pemilu. “Yang harus kita hindari adanya Radikalisme (Perubahan dengan kekerasan), ekstermise (Faham keyakinan melampaui batas kewajaran), dan Komunisme yg di tunggangi baik dari dalam maupun luar,” ujar dia.

Peranan TNI dan Polri dalam pemilu hauslah, memegang teguh netralitas, tidak memihak kepada pihak manapun, berada di atas semua golongan dan kepentingan politik apapun. Dapat menetralisir berbagai. macam ancaman, hambatan dalam rangka pengamanan pemilu. (NEL)